Purbaya Evaluasi Penyesuaian APBN Sebulan Ke Depan Akibat Lonjakan Harga Minyak

narasi.tv
3 hari lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan rencana untuk melakukan evaluasi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam waktu satu bulan ke depan. Evaluasi ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya harga minyak dunia yang berdampak pada perekonomian.

Purbaya menekankan pentingnya memahami situasi sebelum mengambil keputusan untuk penyesuaian anggaran.

“Saya akan evaluasi selama satu bulan ke depan apa yang terjadi dan kami akan lakukan penyesuaian seperlunya,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/3).

Lonjakan harga minyak dunia, yang terpantau mencapai 118 dolar AS per barel, mendorong pihak pemerintah untuk mempertimbangkan penyesuaian anggaran.

Purbaya menyebutkan bahwa harga minyak saat ini masih berada di bawah kapasitas maksimal yang bisa ditangani oleh APBN. Namun, ia juga mendorong untuk tidak cepat mengambil kesimpulan bahwa harga minyak akan tetap tinggi secara terus-menerus.

“Jangan cepat menyimpulkan harga akan 100 dolar AS terus. Kami akan lakukan asesmen dari waktu ke waktu. Hitungan berubah terus sesuai keadaan, sekarang belum 100 dolar AS kan rata-ratanya. Masih di bawah itu, jadi tenang dulu,” jelas Purbaya.

“Kami monitor dari waktu ke waktu dan saya nggak akan terlambat mengambil keputusan kalau diperlukan,” sambungnya.

Purbaya juga menjelaskan bahwa dampak dari lonjakan harga minyak saat ini belum memberikan pengaruh signifikan terhadap aktivitas ekonomi domestik. Ia menegaskan bahwa perekonomian nasional masih menunjukkan hasil yang positif dan ekspansif.

“Yang jelas kami cukup pintar. Penyesuaian yang dilakukan tidak akan mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Lonjakan Harga Minyak Dunia Kenaikan harga minyak mentah Brent

Harga minyak mentah jenis Brent kembali mencetak lonjakan, mencapai titik tertingginya sejak 17 Juni 2022. Angka 118 dolar AS per barel ini menandai kekhawatiran yang berkembang di pasar global terkait ketegangan geopolitik dan pasokan minyak. Purbaya menegaskan pentingnya memantau perkembangan ini agar dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan seiring dengan perubahan yang mungkin terjadi.

Penyebab lonjakan harga minyak

Lonjakan harga minyak dunia sebagian besar dipicu oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Situasi ini berpotensi mengganggu pasokan minyak global, menyebabkan harga naik. Purbaya menyatakan bahwa pemerintah akan terus mengamati dan menganalisis kondisi ini untuk merumuskan keputusan yang tepat, sehingga diharapkan terhindar dari dampak negatif yang lebih luas pada perekonomian.

Rata-rata harga minyak dibandingkan tahun lalu

Ketika membandingkan harga minyak saat ini dengan tahun lalu, terlihat jelas adanya kenaikan yang signifikan. Di bulan Januari 2026, harga rata-rata minyak jenis Brent tercatat hanya sekitar 64 dolar AS per barel, jauh di bawah angka saat ini. Hal ini menunjukkan volatilitas yang tinggi dalam pasar energi dan perlunya pemerintah untuk tetap sigap dalam menyikapi tren harga yang berubah-ubah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ancaman Konflik Global, Prabowo Percepat Swasembada Pangan dan Energi
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
1.418 Personel Gabungan Amankan Idul Fitri dan Nyepi di Kota Bogor
• 9 jam laludetik.com
thumb
Aksi Cepat Polres Lumajang Tangkap Komplotan Pencuri Ternak, Berawal Gerak-gerik Mencurigakan
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Tim Angkutan Lebaran Periksa Keselamatan Kapal di Pelabuhan Rakyat Banggai Laut
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Danantara Akan Tenderkan Waste to Energy Bantar Gebang, Olah 3.000 Ton per Hari
• 14 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.