Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Peredaran Tramadol di Jakarta Timur

matamata.com
2 hari lalu
Cover Berita

Matamata.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya penjualan obat keras jenis Tramadol di wilayah Jakarta Timur.

Sahroni menegaskan bahwa peredaran Tramadol di lingkungan pemukiman sangat berbahaya, baik dari sisi kesehatan maupun dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Saya minta agar kepolisian bergerak lebih cepat mengakomodasi laporan terkait penjualan Tramadol ini. Efeknya bisa memicu ketergantungan berat bagi penggunanya. Jangan ada pembiaran; jika ada laporan, langsung tindak," ujar Sahroni dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Dorong BNN Masukkan Tramadol ke Golongan Psikotropika Guna menekan angka peredaran dari hulu, Sahroni mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengkaji ulang status hukum Tramadol agar dimasukkan ke dalam kategori psikotropika.

Menurutnya, label tersebut akan memberikan wewenang lebih kuat bagi BNN dan Polri dalam mengawasi serta menindak peredaran obat tersebut secara intensif.

"Kalau sudah dideklarasikan (sebagai psikotropika), tentu pencegahannya akan lebih ketat. Di sisi lain, polisi jangan hanya menutup warungnya saja, tapi usut juga siapa pemilik dan pemasok besarnya. Rantai distribusinya harus diputus," tegas Politisi Partai NasDem tersebut.

Respons Atas Aksi Massa di Pasar Rebo Desakan ini muncul menyusul viralnya video aksi warga yang melempari sejumlah toko diduga penjual Tramadol dengan petasan di wilayah Kalisari dan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Warga melakukan aksi nekat tersebut sebagai bentuk protes karena laporan mereka kepada pihak kepolisian diduga tidak kunjung mendapatkan tindak lanjut. Sahroni pun mengapresiasi keberanian masyarakat yang aktif mengawasi lingkungannya, namun ia berharap inisiatif tersebut segera diambil alih oleh penegakan hukum yang resmi.

"Inisiatif masyarakat dalam menindak penyakit masyarakat harus mendapat perhatian serius dari aparat. Jangan sampai warga merasa harus bergerak sendiri karena laporan mereka diabaikan," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga
  • Putin: Rusia Tingkatkan Pasokan Minyak dan Gas ke Mitra Tepercaya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Riset Sosiologi Sebut MBG Perkuat Solidaritas dan Semangat Belajar Siswa
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo Bertemu Wakil PM Australia Richard Marles, Bahas Isu Strategis Kawasan
• 13 jam laludisway.id
thumb
Ayah Mertua Ungkap Kondisi Terkini Sheila Dara Usai Ditinggal Vidi Aldiano
• 10 jam lalucumicumi.com
thumb
Putin Desak AS Hentikan Perang Iran, Trump Singgung Balik Soal Ukraina | SAPA PAGI
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Mudik Gratis Kapal Cepat Situbondo-Madura Perdana Angkut 198 Penumpang
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.