Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata RI mengadakan kampanye #GoBeyondOrdinary di ajang pameran pariwisata ITB Berlin 2026 untuk menarik wisatawan potensial yang dapat mendatangkan lebih banyak devisa bagi negara.
Sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa kampanye #GoBeyondOrdinary menekankan penciptaan nilai tambah melalui inklusivitas, keberlanjutan, dan pengalaman wisata berkualitas.
Kementerian Pariwisata RI menghadirkan Paviliun Indonesia untuk menarik wisatawan potensial di ajang ITB Berlin 2026 yang berlangsung pada 3 – 5 Maret di Jerman.
Kegiatan promosi layanan pariwisata tersebut melibatkan 93 pelaku industri pariwisata dari 11 provinsi di Indonesia, yang mencakup penyedia akomodasi, perusahaan pengelola destinasi wisata, agen perjalanan atau operator tur, desa wisata, restoran, serta penyedia jasa pariwisata lainnya.
Calon pembeli layanan pariwisata yang melakukan pertemuan di Paviliun Indonesia berasal dari benua Eropa (88,38 persen), Asia (10,29 persen), Amerika (2,73 persen), Australia (1,17 persen), Afrika (0,78 persen), dan Timur Tengah (0,65 persen).
Baca juga: Kemenpar promosikan keindahan pariwisata di First Class Indonesia
Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia di ajang ITB Berlin 2026 menghasilkan potensi transaksi 479.434 wisatawan potensial, yang setara dengan Rp 14,91 triliun potensi penerimaan devisa negara.
Selain itu, Kementerian Pariwisata menjalankan misi penjualan dalam kegiatan pra-pameran ITB Berlin 2026 dari 23 hingga 26 Februari 2026 di Kota Amsterdam, Belanda, serta Kota Düsseldorf dan Stuttgart, Jerman.
Dalam rangkaian misi penjualan itu, kementerian menarik 63.519 wisatawan potensial yang bisa mendatangkan devisa senilai Rp1,98 triliun.
Dengan demikian, Kementerian Pariwisata RI menarik total 542.953 wisatawan potensial yang bisa mendatangkan devisa Rp16,89 triliun dari ITB Berlin 2026 dan rangkaian misi penjualan sebelum pameran.
Misi penjualan pasca-pameran dilaksanakan di Kota Warsawa (Polandia), Budapest (Hungaria), Zagreb (Croatia), dan Milan (Italia) dari 9 hingga 16 Maret 2026.
Pelaksanaan kegiatan itu melibatkan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dan Kedutaan Besar RI di masing-masing kota.
Baca juga: Pemerintah garap pasar pariwisata di 15 negara selama 2025-2026
Widiyanti menyampaikan bahwa capaian di ajang ITB Berlin 2026 mencerminkan tingginya minat pasar internasional terhadap produk pariwisata Indonesia.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jerman, Menteri Pariwisata RI juga menghadiri pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal UN Tourism Shaikha Al Nowais serta Menteri Pariwisata dan Kebudayaan India Gajendra Singh Shekhawat.
Selain itu, Menteri Pariwisata menerima penghargaan Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination dari platform TripAdvisor dan mengunjungi Haus der Indonesischen Kulturen di Berlin.
Baca juga: Kemenpar berupaya tarik wisatawan Singapura ke Bali utara dan barat
Baca juga: Kemenpar gaet wisatawan AS di Los Angeles Travel & Adventure Show 2026
Sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa kampanye #GoBeyondOrdinary menekankan penciptaan nilai tambah melalui inklusivitas, keberlanjutan, dan pengalaman wisata berkualitas.
Kementerian Pariwisata RI menghadirkan Paviliun Indonesia untuk menarik wisatawan potensial di ajang ITB Berlin 2026 yang berlangsung pada 3 – 5 Maret di Jerman.
Kegiatan promosi layanan pariwisata tersebut melibatkan 93 pelaku industri pariwisata dari 11 provinsi di Indonesia, yang mencakup penyedia akomodasi, perusahaan pengelola destinasi wisata, agen perjalanan atau operator tur, desa wisata, restoran, serta penyedia jasa pariwisata lainnya.
Calon pembeli layanan pariwisata yang melakukan pertemuan di Paviliun Indonesia berasal dari benua Eropa (88,38 persen), Asia (10,29 persen), Amerika (2,73 persen), Australia (1,17 persen), Afrika (0,78 persen), dan Timur Tengah (0,65 persen).
Baca juga: Kemenpar promosikan keindahan pariwisata di First Class Indonesia
Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia di ajang ITB Berlin 2026 menghasilkan potensi transaksi 479.434 wisatawan potensial, yang setara dengan Rp 14,91 triliun potensi penerimaan devisa negara.
Selain itu, Kementerian Pariwisata menjalankan misi penjualan dalam kegiatan pra-pameran ITB Berlin 2026 dari 23 hingga 26 Februari 2026 di Kota Amsterdam, Belanda, serta Kota Düsseldorf dan Stuttgart, Jerman.
Dalam rangkaian misi penjualan itu, kementerian menarik 63.519 wisatawan potensial yang bisa mendatangkan devisa senilai Rp1,98 triliun.
Dengan demikian, Kementerian Pariwisata RI menarik total 542.953 wisatawan potensial yang bisa mendatangkan devisa Rp16,89 triliun dari ITB Berlin 2026 dan rangkaian misi penjualan sebelum pameran.
Misi penjualan pasca-pameran dilaksanakan di Kota Warsawa (Polandia), Budapest (Hungaria), Zagreb (Croatia), dan Milan (Italia) dari 9 hingga 16 Maret 2026.
Pelaksanaan kegiatan itu melibatkan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dan Kedutaan Besar RI di masing-masing kota.
Baca juga: Pemerintah garap pasar pariwisata di 15 negara selama 2025-2026
Widiyanti menyampaikan bahwa capaian di ajang ITB Berlin 2026 mencerminkan tingginya minat pasar internasional terhadap produk pariwisata Indonesia.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jerman, Menteri Pariwisata RI juga menghadiri pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal UN Tourism Shaikha Al Nowais serta Menteri Pariwisata dan Kebudayaan India Gajendra Singh Shekhawat.
Selain itu, Menteri Pariwisata menerima penghargaan Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination dari platform TripAdvisor dan mengunjungi Haus der Indonesischen Kulturen di Berlin.
Baca juga: Kemenpar berupaya tarik wisatawan Singapura ke Bali utara dan barat
Baca juga: Kemenpar gaet wisatawan AS di Los Angeles Travel & Adventure Show 2026





