Bisnis.com, JAKARTA — Lonjakan harga energi global berpotensi mendorong kinerja emiten sektor minyak dan gas (migas) di pasar saham Indonesia. Pada saat yang sama, saham perbankan dinilai tetap menjadi pilihan defensif dengan fundamental yang kuat.
Head of Research Andrey Wijaya dari RHB Sekuritas Indonesia menyebut sektor minyak dan gas (migas) menjadi salah satu penerima manfaat utama dari kenaikan harga energi yang terjadi belakangan ini.
“Di pasar ekuitas, sektor migas muncul sebagai penerima manfaat utama dari lonjakan harga energi belakangan ini. Perusahaan migas terintegrasi di Indonesia berpotensi mencatatkan momentum peningkatan laba, terutama produsen hulu yang pendapatannya sangat bergantung pada pergerakan harga minyak mentah,” tulis Andrey dalam risetnya, Rabu (11/3/2026).
RHB Sekuritas memproyeksikan kinerja sektor migas akan meningkat signifikan pada 2026 dengan pertumbuhan laba agregat sekitar 65% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Untuk emiten di sektor migas sendiri, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) tetap menjadi pilihan utama RHB Sekuritas berkat eksposur hulu yang kuat serta sumber pendapatan yang terdiversifikasi. Emiten migas Keluarga Panigoro itu pun diperkirakan membukukan peningkatan bottom line paling kuat tahun ini.
“MEDC diperkirakan mencatatkan pertumbuhan laba paling kuat,” tulisnya.
Baca Juga
- Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis, 12 Maret 2026
- Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu, 11 Maret 2026
- Strategi Belanja Saham Diskon, LSIP sampai AKRA Cs Masuk Daftar
Selain itu, operator kapal tanker seperti PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) juga berpotensi diuntungkan dari kenaikan tarif sewa kapal tanker di tengah kapasitas pengiriman global yang semakin ketat dan meningkatnya permintaan transportasi energi.
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) alias PGN diperkirakan mencatatkan pemulihan kinerja yang didorong oleh peningkatan volume distribusi gas serta berkurangnya tekanan penurunan nilai aset. Selain PGAS, perusahaan jasa ladang minyak seperti PT Elnusa Tbk. juga dinilai berpotensi memperoleh manfaat seiring mulai pulihnya investasi di sektor hulu migas.
Sektor Perbankan Jadi PilihanDi luar sektor energi, Andrey mengungkapkan bahwa sektor perbankan Indonesia juga menunjukkan fundamental yang semakin membaik. RHB Sekuritas mencatat profitabilitas bank meningkat seiring pertumbuhan kredit yang tetap solid dan penurunan biaya kredit.
“Bank-bank Indonesia memasuki 2026 dengan profitabilitas yang lebih kuat, didukung oleh pertumbuhan kredit yang tetap solid dan biaya kredit yang mulai menurun,” tulis Andrey.
Secara sektoral, laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) sektor bank secara kumulatif meningkat sekitar 9% YoY, sedangkan laba bersih melonjak lebih dari 23%. Pertumbuhan itu, ungkap Andrey, mencerminkan margin yang mulai stabil dan kualitas aset yang membaik.
Pertumbuhan kredit tercatat sekitar 11% YoY, didorong oleh bank-bank besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Di sisi lain, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) sektor perbankan juga relatif stabil di sekitar 5%, dengan kualitas aset membaik tercermin dari biaya kredit atau cost of credit (CoC) yang turun menjadi sekitar 1,5%.
Sejalan dengan prospek pertumbuhan laba yang membaik dan valuasi yang dinilai masih menarik, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor perbankan Indonesia.
Adapun saham unggulan sektor perbankan menurut RHB meliputi BMRI, BBRI, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) yang dinilai memiliki prospek pemulihan laba kuat seiring pertumbuhan kredit yang tetap resilien.
----------------------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





