Kram Otot dan Stamina Jadi Evaluasi Ubed Usai Tersingkir di Swiss Terbuka

mediaindonesia.com
22 jam lalu
Cover Berita

LANGKAH tunggal putra bulu tangkis Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, terhenti di putaran pertama Swiss Terbuka 2026. Menghadapi unggulan pertama asal Tiongkok, Li Shi Feng, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu harus mengakui keunggulan lawan melalui pertarungan sengit tiga gim di St. Jakobshalle, Basel, Kamis (12/3).

Ubed menyerah dengan skor ketat 22-24, 21-16, dan 16-21. 

Meski mampu memberikan perlawanan hingga gim penentu, pemain muda Indonesia ini mencatatkan evaluasi penting terkait ketahanan fisik dan kefokusan di poin-poin tua.

Baca juga : Ubed Raih Tiket ke Babak Utama Kumamoto Masters

"Li Shi Feng lebih siap dan lebih tahan di poin-poin akhir. Ini jadi pelajaran dan evaluasi buat saya untuk bisa lebih tahan dan lebih fokus," ujar Ubed dalam keterangan resmi yang dirilis PBSI, Kamis (12/3).

Kendala Fisik di Gim Penentu

Pertandingan ini menandai pertemuan perdana antara Ubed dengan atlet peringkat tujuh dunia tersebut. 

Sejak gim pertama, Ubed sebenarnya mampu mengimbangi gaya permainan Li Shi Feng. Namun, memasuki fase krusial di gim ketiga, kendala fisik mulai muncul dan mengganggu pergerakan di lapangan.

Baca juga : Ubed Kalah di Final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2025

Ubed mengakui kondisinya tidak maksimal akibat mengalami kram pada bagian betis dan paha. Masalah otot ini sangat memengaruhi mobilitasnya, terutama saat intensitas pertandingan meningkat di gim pamungkas. 

Situasi tersebut bahkan membuat Ubed sempat menghampiri wasit untuk melaporkan kondisi pahanya yang mulai bermasalah.

"Saya sudah siap untuk main capek dan adu tahan, tapi hari ini belum beruntung," tambah Ubed.

Evaluasi Ritme dan Fokus

Secara teknis, Ubed mengaku telah mempelajari gaya permainan Li Shi Feng sebelum turun ke lapangan. Strategi untuk meladeni reli-reli panjang sudah dipersiapkan, namun kehilangan ritme di saat-saat menentukan menjadi pembeda hasil akhir.

Kekalahan ini menjadi catatan besar bagi Ubed untuk meningkatkan kapasitas stamina agar tetap stabil dalam durasi pertandingan yang lama. Menghadapi pemain top dunia menuntut konsistensi fisik yang prima dari awal hingga akhir laga, sesuatu yang menjadi titik lemah Ubed dalam turnamen kali ini.

Dengan hasil ini, Indonesia kehilangan satu wakil di sektor tunggal putra Swiss Terbuka 2026. Fokus kini beralih pada pemulihan fisik Ubed dan evaluasi mendalam bersama tim pelatih untuk turnamen-turnamen berikutnya di tur Eropa. (Z-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasan Nasbi Tiba di Istana Negara, Sebut Ada Agenda dengan Presiden
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Driver Ojol di Jakarta Makin Sulit Dicari Jelang Lebaran, Ini Penjelasan Gojek
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Permudah Penukaran Uang Lebaran, BI Tasikmalaya Siapkan Rp2,55 T
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Bahlil Laporkan Perkembangan Selat Hormuz ke Prabowo, Siapkan Alternatif Pasokan Minyak
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
TNI AD Rampungkan Pembangunan 218 Jembatan di Indonesia Selama 2,5 Bulan
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.