JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) akan membuka kembali operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pamekasan yang menyajikan lele mentah setelah dapur MBG tersebut selesai menjalani tahapan perbaikan.
"Operasional SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang," kata Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, dalam keterangan pers BGN, Kamis (12/3/2026).
Baca juga: SPPG di Jatim yang Berikan Menu MBG Lele Mentah Dihentikan Sementara
BGN kini telah menyetop sementara operasional SPPG di wilayah Pademawu, Buddagan, Kabupaten Pamekasan itu usai muncul temuan menu MBG berupa lele mentah.
"Operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan untuk sementara waktu dihentikan," kata Albertus Dony.
Berdasarkan pertimbangan pimpinan BGN, permasalahan tersebut dinilai telah menghambat proses distribusi dalam program MBG hingga memicu penolakan dari pihak sekolah.
Baca juga: Lele Mentah Amis Menyengat, 1.022 Porsi MBG Ditolak di SMA 2 Pamekasan
Selama masa penghentian, SPPG terkait akan melakukan pembinaan dan perbaikan sistem operasional.
Dony berharap, waktu perbaikan tersebut dapat digunakan oleh SPPG untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada para siswa.
Lele mentah di MBG Pamekasan
Terdapat menu MBG berupa lele mentah di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Informasi diketahui pada Senin (9/3/2026).
Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu tersebut memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.
"Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari," jelas Fikri.
SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani total 3.329 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang