Ketegangan Geopolitik Dorong Prospek Emas, Investor Waspadai Volatilitas

katadata.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Ketidakpastian global yang dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah diperkirakan akan terus mendorong prospek harga emas hingga akhir tahun 2026. Meski demikian, investor diingatkan untuk tetap berhati-hati karena volatilitas harga logam mulia tersebut juga meningkat.

Chief Operating Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari, mengatakan secara global harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren kenaikan. Berdasarkan berbagai proyeksi, harga emas dunia bahkan diperkirakan berpotensi meningkat hingga mencapai sekitar US$ 6.000 atau Rp 101,38 juta (kurs Rp 16.900/US$) per ounce.

“Kalau dilihat dari proyeksi global, harga emas masih diproyeksikan naik ke depan. Arah trennya masih ke sana,” ujarnya dalam acara media gathering, Rabu (11/3).

Namun, ia menekankan situasi geopolitik yang memanas juga membuat pergerakan harga emas menjadi jauh lebih fluktuatif. Investor perlu memperhatikan selisih antara harga beli dan harga jual kembali (buyback) atau spread yang bisa melebar ketika volatilitas pasar meningkat.

Menurut Putu, sebagian investor retail masih belum terbiasa dengan dinamika tersebut, terutama ketika melakukan transaksi emas dalam jangka sangat pendek. Ia mencontohkan, menjual emas sehari setelah pembelian berpotensi menimbulkan kerugian karena adanya selisih harga jual dengan harga beli.

“Emas bukan instrumen yang cocok untuk disimpan sangat pendek. Walaupun dalam setahun terakhir harganya bisa naik lebih dari 80%, bukan berarti setiap tahun akan seperti itu. Pola pikirnya tetap harus jangka panjang,” katanya.

Ia menyarankan investor untuk merencanakan investasi emas minimal tiga tahun. Meski ada kemungkinan memperoleh keuntungan dalam waktu lebih cepat, investor tidak boleh mengasumsikan kenaikan harga akan terjadi secara konsisten setiap tahun.

“Dalam kondisi seperti sekarang, emas juga bisa turun signifikan. Bahkan dalam sehari bisa saja turun sampai 5%,”ujarnya.

Menurut data Bareksa, di tengah ketidakpastian ekonomi global, minat investor retail terhadap investasi justru tetap tinggi, meskipun mereka menjadi lebih selektif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan nilai investasi retail di platform Bareksa yang relatif stabil hingga akhir Februari 2026.

Pertumbuhan transaksi terbesar justru berasal dari emas dan saham. Sepanjang periode tersebut, transaksi emas tercatat meningkat 331% secara tahunan, sementara transaksi saham naik 271%.

“Dalam kondisi penuh ketidakpastian, investor retail tetap mencari peluang. Harga emas yang naik lebih dari 80% dalam setahun terakhir membuat minat terhadap emas meningkat, sementara penurunan harga saham dimanfaatkan untuk melakukan pembelian selektif pada saham yang dinilai murah,” ucap Putu.

Dalam jangka panjang, emas juga menunjukkan kinerja yang kuat. Dalam kurun sepuluh tahun terakhir, harga beli emas dalam rupiah tercatat telah meningkat hingga lima kali lipat.

Investasi Emas di Platform Digital

Perkembangan teknologi finansial turut memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas, terutama melalui platform digital. Kepercayaan masyarakat terhadap emas digital juga semakin meningkat karena adanya regulasi yang jelas dari otoritas di Indonesia.

Putu menjelaskan bahwa pedagang emas digital yang berizin diwajibkan memiliki cadangan emas fisik dengan rasio 1:1 terhadap transaksi yang dilakukan. Artinya, setiap transaksi pembelian emas digital harus didukung oleh ketersediaan emas fisik.

“Aturan ini penting untuk menjaga integritas transaksi emas digital agar tidak terjadi masalah seperti yang pernah terjadi di Cina, ketika sejumlah platform tidak mampu memenuhi permintaan buyback investor,” katanya.

Ia juga mengingatkan investor untuk memastikan transaksi dilakukan melalui pedagang yang memiliki izin resmi agar terhindar dari risiko tersebut.

Di platform Bareksa, minat investor terhadap emas digital terlihat dari lonjakan jumlah investor yang bertransaksi. Hingga akhir 2025, jumlah investor emas digital tercatat tumbuh 252% secara tahunan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemudik di Tol Jakarta–Merak Bisa Nikmati Layanan Kesehatan, Catat Lokasinya
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Courtois Kirim Pesan ke Antonin Kinsky Usai Blunder Parah Lawan Atletico, Bongkar Penyebab Masalah
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Jadwal Swiss Open 2026, Kamis 12 Maret: Alwi Farhan Main, Ganda Putri Indonesia Uji Nyali
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan 13-14 Maret 2026, Sejumlah Wilayah Jabodetabek Berstatus Waspada
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas Antam Anjlok Rp 45.000, Jadi Rp 3.042.000 per Gram
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.