Tekan Lonjakan Harga, AS Lepas 172 Juta Barel Minyak dari Cadangan Darurat

celebesmedia.id
19 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Amerika Serikat mengumumkan rencana pelepasan besar minyak dari cadangan strategisnya sebagai respons terhadap lonjakan harga energi global. Langkah ini diambil setelah meningkatnya ketegangan geopolitik yang memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.

Melansir Kantor Berita Nasional, ANTARA yang dikutip dari Kyodo, pemerintah AS pada Rabu (11/3) menyatakan akan melepaskan 172 juta barel minyak bumi dari cadangan darurat nasional mulai pekan depan. Kebijakan ini bertujuan menekan kenaikan harga energi yang melonjak akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Pelepasan minyak tersebut merupakan bagian dari aksi bersama negara-negara anggota International Energy Agency (IEA). Secara keseluruhan, sebanyak 400 juta barel minyak akan dikeluarkan oleh 32 negara anggota IEA sebagai langkah koordinasi untuk menjaga stabilitas pasar energi global.

Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, menjelaskan bahwa pelepasan cadangan ini menjadi bagian penting dari strategi untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia di tengah situasi geopolitik yang memanas.

Pengeluaran minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS (Strategic Petroleum Reserve) diperkirakan berlangsung selama sekitar 120 hari hingga seluruh volume yang direncanakan selesai dilepas ke pasar.

“Mereka (Iran) telah memanipulasi dan mengancam keamanan energi Amerika dan sekutunya,” kata Wright dalam sebuah pernyataan.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, masa-masa seperti itu akan segera berakhir,” lanjutnya dalam pernyataan itu.

Aksi kolektif di bawah koordinasi IEA ini merupakan yang pertama sejak tahun 2022, ketika Rusia memulai invasi besar-besaran ke Ukraina yang juga memicu gejolak di pasar energi dunia.

Jika terealisasi sepenuhnya, pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan darurat milik 32 negara—termasuk negara-negara Eropa, Jepang, dan Korea Selatan—akan menjadi salah satu langkah intervensi pasar energi terbesar yang pernah dilakukan secara terkoordinasi.

Langkah ini diharapkan mampu meredakan tekanan harga energi global sekaligus menjaga kestabilan pasokan minyak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Menurut data Marine Traffic yang dinalasisi RIA Novosti, Selasa (10/3), ada sekitar 300 kapal yang tertahan di selat Hormuz.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puan: Revisi UU Hak Cipta Penting Hadapi Disrupsi Digital dan AI
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mendag Sambangi SMK RUS Kudus, Siap Pasarkan Industri Ekonomi Kreatif
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Striker Muda Timnas Indonesia Miliano Jonathans Cedera Parah
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Hasil Persis Solo vs Bali United di Super League: Laskar Sambernyawa Menang Telak 3-0
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Minyak Dunia Kembali Melambung dan Capai 100 Dolar AS per Barel
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.