Wujud Bus Transjakarta Blok M–Bandara Soetta: Ada Tempat Koper Penumpang

kumparan.com
19 jam lalu
Cover Berita

Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan armada khusus untuk layanan Transjabodetabek rute SH2 Blok M–Bandara Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Desainnya berbeda dari bus TransJakarta pada umumnya, salah satunya dilengkapi ruang khusus untuk menaruh koper penumpang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bus tersebut dirancang menyesuaikan kebutuhan penumpang bandara yang umumnya membawa barang bawaan. Total ada 14 armada yang melayani rute itu.

Seluruh armada menggunakan bus low deck agar memudahkan penumpang naik turun, khususnya di area bandara yang memiliki beberapa titik pemberhentian. Selain itu, bus juga akan berhenti di tiga terminal utama Bandara Soekarno-Hatta, yakni Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3.

“Jadi yang pertama busnya berbeda. Deck-nya lebih rendah karena di sana kan ada tiga titik di airport yang harus diberhentikan. Tiga-tiganya akan di Terminal 1, 2, dan 3. Kemudian di dalam busnya sendiri ada tempat untuk menaruh koper-koper,” jelas Pramono saat peresmian Transjabodetabek SH2 di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).

Menurut Pramono, ruang penyimpanan koper di dalam bus memiliki kapasitas terbatas. Karena itu, tidak semua koper penumpang dapat ditempatkan di area khusus tersebut.

“Walaupun kalau orang bepergian kan kopernya banyak, nggak semua koper itu akan bisa mendapatkan tempat tersendiri. Sehingga dengan demikian ada beberapa koper yang pasti nantinya bersama penumpang. Nah itu konsekuensinya,” katanya.

Pramono menjelaskan, biaya operasional rute SH2 selama tiga bulan pertama yaitu Rp3.500. Namun, nanti akan ditentukan tarif tetapnya sekitar Rp10.000–Rp15.000.

“Pertama karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan. Dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya bus parkir itu kan nggak gratis gitu ya,” kata Pramono.

“Ada biaya-biaya yang harus ditanggung dan itulah yang sedang kami finalisasi, kami lakukan perhitungan,” lanjutnya.

Meski demikian, ia meyakini tarif Transjabodetabek tetap jauh lebih murah dibandingkan moda transportasi lain menuju Bandara Soekarno-Hatta.

“Tapi saya meyakini kalau katakanlah ini bisa Rp15.000 saja, dibandingkan DAMRI yang Rp80.000 maupun taksi yang Rp200.000 lebih, ataupun melalui GoCar yang rata-rata di atas Rp125.000, saya yakin pasti ini akan menjadi favorit, alternatif orang untuk menggunakan Transjabodetabek,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejumlah rute Transjabodetabek lain juga menunjukkan tingkat keterisian yang tinggi dan menjadi favorit masyarakat.

“Seperti yang terjadi pada rute antara Blok M–Bogor. Sekarang ini rute-rute yang favorit yang kebetulan juga sebagian ke Provinsi Banten yaitu Alam Sutera–Blok M maupun PIK 2–Blok M. PIK 2–Blok M juga sekarang menjadi salah satu rute yang favorit,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zodiak yang Paling Tepat Waktu
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Perang Minggir, Trump Minta China dan RI Cs Diselidiki Otoritas AS
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BeauPicks: Tampil Cantik saat Lebaran! Ini 5 Rekomendasi Pashmina yang Nyaman Dipakai
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Statement Perdana Mojtaba Khamenei: Bicara Balas Dendam, Tutup Selat Hormuz
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Polri Ungkap Bakal Ada Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan Penggelapan Dana PT DSI
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.