Sudah Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei Hingga Hari ini Belum Juga Muncul di Hadapan Publik

wartaekonomi.co.id
18 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel semakin memanas setelah pihak Teheran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur sipil serta jaringan transportasi di kawasan Teluk pada Rabu (11/03).

Serangan ini menyasar kapal-kapal komersial dan bahkan menargetkan bandara internasional Dubai, sementara pesawat tempur AS dan Israel melancarkan gelombang serangan baru ke wilayah Iran.

Pejabat tinggi Iran memperingatkan bahwa konflik ini dapat berubah ajang pengurasan yang panjang, yang berpotensi memicu kekacauan ekonomi global akibat terganggunya pasokan energi dari kawasan tersebut.

Memasuki hari ke-12 perang, kekerasan terus meluas di berbagai wilayah Timur Tengah. Israel melancarkan serangan udara ke target yang disebut sebagai basis Hizbullah di Lebanon, sementara Israel juga menjadi sasaran rentetan rudal Iran dan roket Hizbullah.

Dilaporkan dari The Guardian, serangan Israel di Lebanon dilaporkan menewaskan sedikitnya 634 orang dan melukai 1.586 orang selama 10 hari pertempuran.

Pemerintah Lebanon juga mencatat lebih dari 816.700 keluarga juga tercatat menjadi pengungsi akibat serangan ini.

Pada Rabu malam, pesawat tempur Israel menggempur kawasan selatan Beirut dan wilayah selatan Lebanon setelah Hizbullah meluncurkan drone serta roket ke Israel utara.

Serangan tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran rudal Iran, itu artinya Iran dan Hizbullah resmi bekerja sama menyerang Israel sejak perang dimulai.

Di kawasan Teluk, Kuwait menyatakan sistem pertahanannya berhasil menembak jatuh delapan drone Iran, sementara Arab Saudi mengatakan telah mencegat lima drone yang mengarah ke ladang minyak Shaybah.

Sementara itu di Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, ribuan warga turun ke jalan menghadiri pemakaman para komandan militer Iran yang tewas dalam serangan udara AS dan Israel sejak awal perang.

Para warga Teheran turun dengan mengusung peti jenazah serta bendera Iran dan potret Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang tewas pada serangan udara di tahap awal operasi gabungan AS–Israel.

Mereka juga membawa foto putranya, Mojtaba Khamenei, yang menjadi penerusnya. Pemimpin Tertinggi Iran yang baru itu dilaporkan saat ini mengalami luka dalam serangan yang turut menewaskan ayahnya, ibunya, istrinya, dan seorang anaknya.

"Pria berusia 56 tahun itu belum muncul di depan publik sejak perang dimulai. Duta Besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian, menyebut sang pemimpin kemungkinan masih dirawat di rumah sakit akibat luka di tangan dan kakinya," tulis laporan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Anggap Operasi Militer di Iran Lebih Mudah dari Perkiraan Awal
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo dan MbS Bahas Eskalasi Militer Timur Tengah, Indonesia Desak Penghentian Aksi Militer
• 14 jam lalumatamata.com
thumb
Iran Peringatkan AS Jika Serang Jaringan Listrik: Semua Kawasan Akan Gelap
• 5 jam laludetik.com
thumb
Hadiri Buka Puasa Bersama TNI–Polri, Dirut BULOG: Perkuat Sinergi untuk Stabilitas Nasional
• 11 jam laludisway.id
thumb
Bos Pertamina Beberkan Kondisi Terbaru Kapal Tanker di Kawasan Teluk
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.