JAKARTA, KOMPAS.TV - Langkah Amerika Serikat (AS) yang membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan bersama Israel disebut salah langkah.
Iran malah makin solid dalam melakukan perlawanan terhadap kedua negara tersebut.
Serangan AS-Israel ke Iran, Sabtu (28/2/2026), telah membunuh Khamenei, setelah kediaman dan kantornya di Teheran menjadi sasaran.
Baca Juga: Spanyol Tarik Duta Besar dari Israel, Perang Iran dan Genosida Gaza Jadi Penyebab?
Namun menurut pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, AS telah melakukan langkah yang salah.
Sebab kematian Khamenei malah membuat rakyat Iran semakin solid dalam melakukan perlawanan.
“Itu kan dalam hitungan Trump, Netanyahu dipikir dengan menghabisi pemimpin tertinggi Iran akan chaos, Iran akan rusuh, dan itu akan dimanfaatkan oposisi dibantu CIA, dibantu Mossad yang ada di lapangan untuk menumbangkan rezim,” ujarnya pada Breaking News Kompas TV, Kamis (12/3/2026).
“Tapi kenyataan sebaliknya, Iran makin solid, ribuan turun ke jalan di empat kota besar, Ibu kota Teheran, Mashhad, Shiraz, dan Isfahan. Dan mereka bukan hanya berduka dan marah, tetapi juga meminta kepemimpinan Iran, angkatan bersenjata Iran, dan Garda Revolusi memberikan balasan yang setimpal,” ucapnya.
Menurut Faisal keadaan ini yang membedakan tindakan Presiden AS Donald Trump-PM Israel Benjamin Netanyahu, dengan Pemerintah Iran terkait perang.
Baca Juga: Indonesia Ikut Kutuk Ulah Israel yang Terus Menutup Gerbang Masjid Al-Aqsa, Termasuk saat Ramadan
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- iran
- iran semakin solid
- amerika serikat
- ayatollah ali khamenei





