Partai Demokrat Khawatir Perang AS ke Iran Tanpa Strategi Jelas

metrotvnews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Washington: Sejumlah senator Partai Demokrat di Amerika Serikat menuntut digelarnya sidang dengar pendapat terbuka terkait perang melawan Iran setelah menerima beberapa pengarahan rahasia dari pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump.

Para legislator menilai Gedung Putih belum menjelaskan secara jelas alasan, tujuan, dan kemungkinan durasi konflik tersebut.

Partai Republik saat ini memegang mayoritas tipis di Senat dengan komposisi 53 berbanding 47 kursi, sehingga memiliki kendali atas agenda pembahasan di parlemen. Kondisi ini membuat tuntutan Demokrat untuk membahas perang secara terbuka bergantung pada keputusan pimpinan Republik. Apa yang Terjadi Sejauh Ini Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, pejabat tinggi seperti Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth beberapa kali memberikan pengarahan tertutup kepada anggota Kongres.

Karena bersifat rahasia, anggota parlemen dibatasi dalam menyampaikan informasi yang mereka terima kepada publik. Apa yang Dikatakan Demokrat Sejumlah senator Demokrat mengaku meninggalkan pengarahan tersebut dengan rasa frustrasi karena pemerintah dinilai tidak memberikan jawaban jelas mengenai tujuan perang, kerangka waktu, maupun strategi jangka panjang.

“Saya baru saja mengikuti pengarahan rahasia selama dua jam tentang perang ini dan hal itu menegaskan bahwa strateginya benar benar tidak koheren,” kata Senator Chris Murphy dari Connecticut, dikutip dari media Al Jazeera, Kamis 12 Maret 2026.

Enam senator Demokrat juga meminta penyelidikan atas serangan terhadap sebuah sekolah perempuan di Minab, Iran selatan, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 170 orang, sebagian besar anak anak. Laporan awal menyebut serangan tersebut diduga melibatkan pasukan Amerika Serikat.

Senator Richard Blumenthal menilai konflik tersebut tidak memiliki tujuan akhir yang jelas.

“Sepertinya tidak ada tujuan akhir. Presiden dalam satu pernyataan mengatakan perang hampir selesai, tetapi pada saat yang sama juga baru saja dimulai,” ujar Blumenthal.

Senator Elizabeth Warren dari Massachusetts juga menyoroti besarnya biaya perang di tengah masalah domestik di Amerika Serikat. Ia mengatakan pemerintah mampu menghabiskan miliaran dolar untuk perang, sementara jutaan warga Amerika kehilangan layanan kesehatan.

Beberapa anggota parlemen juga khawatir Amerika Serikat dapat mengerahkan pasukan darat ke Iran. Blumenthal menilai masyarakat Amerika berhak mengetahui lebih banyak mengenai biaya perang, risiko terhadap tentara, dan potensi eskalasi konflik. Apa yang Dikatakan Republik Partai Republik yang menguasai mayoritas tipis di Kongres umumnya mendukung kebijakan Trump terhadap Iran. Mereka berpendapat serangan militer diperlukan untuk membatasi kemampuan militer Iran, program rudal, serta pengaruh regional negara tersebut.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan AS Brian Mast menyatakan langkah Trump merupakan penggunaan kewenangan konstitusional untuk melindungi Amerika Serikat dari ancaman yang dianggap mendesak dari Teheran. Namun beberapa anggota Partai Republik juga menyampaikan kekhawatiran mengenai kemungkinan perluasan perang. Mengapa Perdebatan Ini Penting Perdebatan ini kembali memunculkan diskusi lama di Washington mengenai batas kewenangan presiden dalam memulai perang. Berdasarkan Konstitusi Amerika Serikat, Kongres memiliki wewenang untuk menyatakan perang, tetapi presiden dapat mengerahkan pasukan hingga 60 hari tanpa persetujuan parlemen.

Profesor ilmu politik dari Hamline University, David Schultz, mengatakan langkah presiden berpotensi melampaui batas kewenangan konstitusional jika tidak disertai persetujuan resmi Kongres. Ia menilai konflik dengan Iran menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih kuat terhadap keputusan militer pemerintah.

Pemerintahan Trump menyatakan serangan pada 28 Februari dilakukan sebagai respons terhadap ancaman yang dianggap mendesak dari Iran. Namun sebelum perang dimulai, badan intelijen Amerika Serikat menyatakan tidak menemukan bukti adanya ancaman langsung dari Iran terhadap kepentingan Amerika di Timur Tengah.

(Keysa Qanita)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Tahan Eks Menag Yaqut Usai Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji
• 10 jam lalukompas.com
thumb
‎Dua kapal sudah lewati zona konflik, PIS tekankan keselamatan kru
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Bisa Menimbulkan Kantuk, Jenis Makanan Ini Baiknya Tidak Disantap saat Sarapan
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Heboh Pria di Sukabumi Ngamuk Bawa Kapak Usai Lecehkan Perempuan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Miliano Jonathans Cedera ACL, PSSI Pantau Proses Pemulihan
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.