Pemerintah Malaysia mengambil langkah-langkah penghematan terkait potensi dampak perang yang berkecamuk antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Pemerintah Malaysia memutuskan untuk tidak akan mengadakan acara open house untuk Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah juga akan mengurangi jumlah perjalanan ke luar negeri sebagai bagian dari penghematan dana mengingat dampak ekonomi dari perang di Timur Tengah.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan pemerintah dan perusahaan investasi yang terkait dengan pemerintah, juga telah diperintahkan untuk tidak mengadakan acara open house Idul Fitri.
Anwar mengatakan ini hanyalah langkah hati-hati untuk membelanjakan dana secara bijaksana, mengingat potensi dampak perang tersebut.
"Beberapa orang mungkin bertanya, jika situasinya terkendali dan pasokan kebutuhan pokok seperti minyak dan gas masih mencukupi, apa perlunya? Saya katakan ini adalah langkah yang logis dan bijaksana," ujar Anwar, dilansir media Free Malaysia, Kamis (12/3/2026).
"Para menteri dan semua anggota pemerintah dan departemen pemerintah telah diberitahu untuk membatasi kunjungan luar negeri mereka. "Perjalanan yang sudah direncanakan dan bersifat wajib adalah pengecualian," katanya pada konferensi pers pada hari Rabu (11/3).
Anwar, yang juga menjabat sebagai menteri keuangan, juga mengatakan bahwa ia telah memerintahkan wakil perdana menteri Fadillah Yusof untuk memimpin komite khusus untuk mengawasi penegakan hukum terhadap penyelewengan bahan bakar RON95 dan diesel bersubsidi.
Ia mengatakan bahwa lonjakan harga minyak pasti akan membuat penyelundupan barang-barang bersubsidi ini semakin menarik bagi para penyelundup.
(ita/ita)





