Latihan Militer Gabungan AS–Korea “Freedom Shield” Dimulai, Ada Pergerakan Pasukan AS di Korea Selatan

erabaru.net
18 jam lalu
Cover Berita

Mulai minggu ini, Amerika Serikat dan Korea Selatan menggelar latihan militer tahunan “Freedom Shield 26” selama 11 hari untuk meningkatkan kesiapan tempur bersama. Ada tanda-tanda bahwa sebagian kekuatan militer AS yang ditempatkan di Korea Selatan kemungkinan telah dipindahkan ke kawasan Timur Tengah. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung juga memperhatikan adanya pergerakan tersebut.

EtIndonesia. Demi memperkuat postur pertahanan bersama, Amerika Serikat dan Korea Selatan sejak Senin (9 Maret) menggelar latihan militer gabungan musim semi tahunan Freedom Shield selama 11 hari. Latihan ini mencakup program latihan lapangan yang disebut “Warrior Shield.”

Menurut Yonhap News Agency, sekitar 18.000 tentara Korea Selatan ikut serta dalam latihan tersebut. Sementara laporan dari Associated Press menyebutkan bahwa ribuan tentara AS juga berpartisipasi, meskipun jumlah pastinya belum diumumkan.

Dalam siaran pers United States Indo-Pacific Command, disebutkan bahwa Angkatan Udara Ketujuh AS dan Angkatan Udara Korea Selatan membentuk komando operasi gabungan untuk mengkoordinasikan kekuatan udara. Latihan tersebut mencakup latihan tembakan langsung dan simulasi, serta operasi yang berfokus pada pencegahan (deterrence) guna meningkatkan kesiapan tempur di seluruh Semenanjung Korea.

Pada saat yang sama, United Nations Command (UNC), yang didirikan pada tahun 1950, juga ikut serta dalam latihan ini dan bertanggung jawab mengkoordinasikan bantuan dari negara-negara anggota jika terjadi krisis atau konflik di Semenanjung Korea.

Menurut rencana saat ini, pemerintah Korea Selatan menargetkan pengambilalihan kembali komando militer dari pihak AS sebelum tahun 2030. Latihan kali ini juga akan melakukan evaluasi terkait proses tersebut.

Selain itu, menurut laporan media Korea Selatan, terdapat indikasi bahwa sebagian kekuatan militer AS yang ditempatkan di Korea Selatan mungkin telah dipindahkan ke kawasan Timur Tengah.

Pada Selasa (10 Maret), Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat memang sedang menyebarkan ulang beberapa senjata yang ditempatkan di Korea Selatan dan memindahkannya keluar dari negara tersebut.

 “Baru-baru ini, pemindahan beberapa senjata oleh pasukan AS di Korea Selatan—seperti artileri dan sistem pertahanan udara—ke luar Korea tampaknya memicu perdebatan,” katanya. 

 “Jika Anda bertanya apakah hal ini akan secara serius melemahkan strategi pencegahan kami terhadap Korea Utara, saya dapat dengan tegas mengatakan: tidak,” ujarnya. 

Laporan oleh wartawan NTDTV, Guo Yuexi, dari Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Benjamin Netanyahu Pernah Dikabarkan Tewas saat Rapat: Kena Rudal Iran Bertubi-tubi
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Kecelakaan Maut Truk Tabrak Motor Bonceng 3 di Tenjo Bogor, 1 Orang Tewas
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Permintaan Sang Ayah, Makam Vidi Aldiano Segera Dipugar
• 11 jam lalugrid.id
thumb
BUMI Resmi Perkenalkan Logo Baru, Dorong Diversifikasi ke Sektor Mineral
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Jersei Baru Timnas Indonesia Resmi Dirilis, Begini Desain dan Harganya
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.