JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan sejumlah skenario untuk keberangkatan haji 2026 menyusul adanya eskalasi antara Iran-Israel dan Amerika.
Menhaj dan Umrah Gus Irfan menuturkan, skenario yang pertama yaitu tetap memberangkatkan calon jemaah haji di tengah situasi konflik meskipun kemungkinan berisiko tinggi.
Namun, keberangkatan calon jemaah haji itu akan diterbangkan melalui jalur Selatan via Samudra Hindia dan masuk melalui ruang udara Afrika Timur atau jalur aman lainnya.
BACA JUGA:Keberangkatan Haji 22 April, Wamenhaj Ungkap Pesan Presiden: Fokus Keselamatan Jemaah
"Prinsip utama dalam penyusunan skenario tersebut adalah menjaga keselamatan dan keamanan jemaah haji sebagai prioritas tertinggi," ujar Irfan saat rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan pengalihan rute itu bisa memakan waktu perjalanan yang panjang. Kemenhaj akan berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi untuk memastikan zona keselamatan penerbangan.
BACA JUGA:Penuhi Konsumsi Haji 2026, Kemenhaj Fasilitasi Ekspor Ribuan Ton Beras Nusantara ke Arab Saudi
"Tentu seperti yang saya sampaikan tadi, berpotensi menambah biaya penerbangan akibat adanya penambahan jarak dan waktu tempuh karena pengalihan rute penerbangan," ujar Irfan.
Skenario kedua adalah Indonesia membatalkan keberangkatan jemaah haji jika mengancam keselamatan jemaah Indonesia.
"Yang kedua, skenario kemungkinan pemerintah Saudi membuka, namun Indonesia membatalkan keberangkatan dengan kondisi seperti ini karena risiko keamanan dinilai terlalu besar bagi keselamatan jemaah haji warga negara Indonesia," ujar Irfan.
BACA JUGA:Asrama Haji Banten Resmi Jadi Embarkasi, 9.000 Jemaah Asal Banten Bisa Langsung Terbang ke Tanah Suci
Ia menjelaskan skenario kedua ini membutuhkan diplomasi tingkat tinggi dengan pemerintah Arab Saudi agar biaya yang sudah disetor dapat digeser pada penyelenggaraan ibadah haji pada 2027.
Biaya yang sudah disetor meliputi akomodasi, konsumsi, transportasi, dan masyarir yang diharapkan tidak hangus.
"Yang batal digunakan tidak hangus, melainkan dapat digunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 tanpa penalti. Dan, ini berbagai kemungkinan, termasuk kemungkinan penolakan juga ada saja. Sehingga kami juga selalu mengantisipasinya," ujar Gus Irfan.





