JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) memperkirakan, proses pemulihan air bersih pascabencana di wilayah Sumater membutuhkan waktu sekitar satu tahun.
JK menyebutkan, waktu selama itu dibutuhkan karena banyak pipa-pipa saluran air yang harus diganti karena rusak diterjang bencana.
"Jadi semua pipa-pipa pada rusak, itu harus diganti, dia harus diperbaiki. Semua ini. Ya, tugas kita yang kira-kira PMI di situ masih setahun," kata JK di Markas Pusat PMI, pada Kamis (12/3/2026).
Baca juga: SPAM Lampahan di Bener Meriah Kini Bisa Layani Air Bersih 3.000 KK
JK menuturkan, saat ini PMI memprioritaskan perbaikan sistem penyediaan air bersih bagi warga terdampak.
Berkaca dari pengalaman PMI dalam penanganan bencana sebelumnya, seperti di Yogyakarta dan Jawa Barat, pemulihan sistem air bersih biasanya membutuhkan waktu hingga satu tahun hingga seluruh jaringan pipa dapat kembali berfungsi dengan baik.
"Setahun untuk membantu masyarakat khususnya di bidang penyediaan air bersih dan lain-lain. Satu tahun itu, baru bisa semuanya sistem pipa air itu bisa kembali baik," kata JK.
Baca juga: Pemulihan Pascabencana Sumatera, Danone Bangun Infrastruktur Air Bersih
Di tengah penanganan air bersih, PMI menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Panasonic Gobel Group, seperti radio, senter, dan baterai sangat dibutuhkan saat terjadi bencana karena umumnya listrik dan jaringan komunikasi terputus.
“Kalau terjadi bencana, yang pertama biasanya listrik berhenti sehingga komunikasi terputus. Padahal masyarakat membutuhkan informasi. Karena itu radio, senter, dan baterai sangat penting untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi,” kata JK.
Bantuan tersebut berupa 5.000 unit radio, lebih dari 5.000 unit senter, serta lebih dari 11.000 baterai dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 2,3 miliar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang