Polri merespons ramainya video soal simulator kuda milik Korps Bhayangkara. Video tersebut menjadi perbincangan setelah diunggah oleh pejabat kepolisian di media sosial Instagram.
Kadiv Humas Polri, Jhonny Edizon Isir, mengatakan simulator kuda tersebut ditempatkan secara khusus untuk mendukung operasional personel di lapangan.
"Fasilitas simulator pelatihan berkuda hanya ada di Direktorat Satwa Korsabhara Badan Pemelihara Keamanan Polri," kata Jhonny saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (12/3).
Jhonny menjelaskan bahwa pengadaan alat ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Untuk empat unit simulator itu, total harganya Rp1 miliar.
"Simulasi berkuda adalah anggaran PLN TA 2016. Ada empat unit untuk latihan dasar menunggang, untuk belajar menunggang jalan, lari, dan galop (lari seirama kakinya), belajar jumping atau lompat rintangan, dan belajar balapan (2 unit)," ujarnya.
"Harganya Rp 1 miliar," tambah Jhonny.
Belakangan media sosial ramai oleh video simulator berkuda milik Polri. Video itu awalnya diunggah oleh Kasubdit Cakkal Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri, Gatot Aris Purbaya, melalui akun Instagram pribadinya @garistrakos.official.
Dalam unggahannya, Gatot menyebut fasilitas simulator pelatihan berkuda yang dimiliki Polri merupakan salah satu yang terlengkap di Indonesia. Hal ini pun dikonfirmasi oleh Mabes Polri sebagai bagian dari modernisasi sarana pelatihan internal kepolisian.





