Analisis Terbaru Rismon Sianipar soal Ijazah Jokowi, Berbanding 180 Derajat

jpnn.com
21 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Teka-teki mengenai keaslian ijazah Jokowi yang sempat digugat oleh tim penulis Jokowi’s White Paper (JWP) memasuki babak baru. 

Salah satu tersangka kasus ijazah Jokowi, Rismon Hasiholan Sianipar kini membawa temuan sains yang justru berbalik arah 180 derajat.

BACA JUGA: Bantahan Dian Sandi soal Ijazah Jokowi Ada 6 Versi

Rismon mengungkapkan bahwa dalam satu hingga dua bulan terakhir, dirinya melakukan kajian ulang yang sangat mendalam. 

Dia melibatkan variabel geometri dan pencahayaan yang sebelumnya sempat terlewatkan.

BACA JUGA: Kasus Ijazah Jokowi, Pengamat Anggap Aneh Rismon Diperiksa Subdit Keamanan Negara

"Setelah melibatkan variabel translasi, rotasi, dan pencahayaan, semua bisa terjawab. Apa yang saya miss (lewatkan) di situ terkait watermark dan emboss ternyata memang ada," kata Rismon dalam video yang diunggah melalui kanal Balige Academy di Youtube, Kamis (12/3). 

Dia menjelaskan, hilangnya penampakan watermark atau stempel pada pengujian terdahulu disebabkan oleh efek operasi geometri pada dokumen digital. 

BACA JUGA: Rismon Diperiksa Kamneg, Pengamat Bicara Kemunduran Penegakan Hukum

Namun, setelah direkonstruksi, bukti-bukti autentik tersebut justru muncul.

Rismon menggunakan metode gradients analysis dan puluhan metodologi forensik digital lainnya untuk memastikan hal tersebut.

Hasilnya, dia tidak lagi menemukan keraguan atas autentisitas ijazah yang diunggah oleh Diansandi Utama.

"Saya uji ulang dalam dua bulan terakhir. Hasilnya membuktikan otentisitas dokumen ijazah tersebut tidak terbantahkan secara digital forensik," tuturnya.

Rismon juga menyinggung rekan penulisnya dalam tim RRT (Roy Suryo, Rismon, dan Tifa). Dia mengaku siap mendemonstrasikan hasil rekonstruksi terbarunya ini kepada mantan Menpora Roy Suryo.

Meski hasil penelitian terbarunya ini "menyakitkan" bagi narasi yang ia bangun sebelumnya di buku JWP, Rismon tetap kukuh pada prinsip ilmiah. Dia menyebut penelitian bersifat progresif dan bisa berubah sesuai data terbaru.

"Kebenaran ilmiah harus dijunjung tinggi, lepas dari rasa suka atau tidak suka. Saya siap diuji bersama di ruang-ruang akademik," katanya. (mcr8/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Subsidi Berat, Tarif Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Bakal Naik hingga Rp15 Ribu
• 20 jam laludisway.id
thumb
Polisi Ungkap Cara Pria di Depok Menyembunyikan Pembunuhan Istri Siri dengan Menaburkan Kopi dan Menyamar Lewat Ponsel Korban
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Men HAM Pigai: Pers dan Pemerintah Saling Mengisi, Jaga Independensi Sambil Kolaborasi
• 20 jam laludisway.id
thumb
Pemprov Babel Gelar Operasi Pasar Murah di Terminal Selindung
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Makassar Hari Ini 12 Maret 2026
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.