Nadiem Makarim Bantah Konspirasi Chromebook, Sentil Pernyataan JPU

jpnn.com
18 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim buka suara dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook.

Nadiem membantah keras tuduhan konspirasi dan persekongkolan jahat dalam proyek tersebut, saat dirinya dihadirkan sebagai saksi mahkota di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (10/3).

BACA JUGA: Soroti Pembelaan Nadiem Makarim di Sidang Kasus Chromebook, Hinca Puji Ketelitian Jaksa

Nadiem menegaskan bahwa selama menjabat, fokus utamanya ialah transformasi digital melalui software, bukan urusan teknis pengadaan perangkat keras (hardware).

"Tidak ada sama sekali. Dan tidak ada di dunia lain di mana kami bertemu secara rahasia di masa COVID untuk melakukan persekongkolan ini," kata Nadiem dikutip JPNN.com, Kamis (12/3).

BACA JUGA: Jawab Isu Lonjakan Penghasilan, Nadiem: Salah Baca SPT

Nadiem mengaku heran dengan penerapan Pasal 55 yang seolah-olah menempatkan dirinya sebagai bagian dari komplotan. 

Dia menjelaskan bahwa urusan spesifikasi sistem operasi (OS) hingga pelaksanaan pengadaan sepenuhnya didelegasikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Direktur Jenderal.

BACA JUGA: Nadiem Sebut Tidak Ada Arahan untuk Chromebook dan Skema Google Murni CSR

"Jadi, ini Pasal 55 kan menyandera kami seolah-olah kami melakukan komplotan, sedangkan mana buktinya? Saya ini kebingungan sekali," tuturnya.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat mencecar Nadiem terkait beberapa poin pesan WhatsApp yang masuk dalam dakwaan. 

Nadiem pun memberikan klarifikasi poin demi poin. Poin, remove humans and replace with software, dia menjelaskan ini bukan berarti memecat orang, melainkan otomatisasi birokrasi yang manual menjadi digital agar lebih efisien dan hemat anggaran.

"Find internal change agents, upaya mencari talenta jujur dan hebat di internal kementerian yang selama ini terpinggirkan untuk diberi tanggung jawab besar," lanjutnya.

Pada poin bring in fresh blood from outside, dia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan pihak eksternal seperti organisasi masyarakat dan yayasan untuk mempercepat reformasi pendidikan.

Nadiem juga membela tim teknologi yang dibentuknya. Menurutnya, para profesional kelas dunia tersebut bergabung, karena idealisme untuk membangun negara, bukan demi uang.

"Mereka mengorbankan hampir setengah daripada gaji mereka untuk membantu negara kita," ungkap pendiri Gojek tersebut.

Tak hanya soal materi perkara, Nadiem juga menyoroti jalannya persidangan. Dia merasa aneh lantaran JPU justru banyak bertanya soal riwayat bisnisnya di Gojek pada periode 2015-2019.

Menurut Nadiem, hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus pengadaan Chromebook yang sedang disidangkan.

"Saya pun tidak mengerti kenapa ditanyakan pertanyaan-pertanyaan mengenai saya dari tahun 2015 sampai 2018. Ini hubungannya di mana?" kata dia.

Nadiem juga memastikan bahwa sejak dilantik menjadi menteri, dirinya telah mundur total dari manajemen Gojek dan menyerahkan seluruh hak suara bisnisnya kepada rekan pendirinya demi menghindari konflik kepentingan. (mcr8/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... JPU Buktikan Nadiem Perkaya Diri Lebih Dari Rp 6 Triliun di Kasus Chromebook


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satu Tahun Danantara, Telkom Salurkan 2.500 Paket Sekolah ke Kalimantan Utara
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Gejolak Konflik Timur Tengah
• 8 jam laludisway.id
thumb
KBRI Warsawa Genjot Diplomasi Ekonomi Lewat Tourism Business Forum
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Nilai TKA Bakal Jadi Penentu Jalur Prestasi SPMB 2026, Ini Kata Mendikdasmen
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Puncak Lebaran, KAI Logistik Perkuat Kesiapan Operasional Layanan Pengiriman
• 7 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.