Transjabodetabek Blok M–Bandara Berhenti di Stasiun KA Bandara, Penumpang Lanjut Skytrain

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Layanan Transjabodetabek rute SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta tidak berhenti langsung di terminal bandara. Titik pemberhentian terakhir bus tersebut berada di depan Stasiun KA Bandara Soekarno-Hatta.

Hal itu terpantau saat Kompas.com mengikuti perjalanan rute SH2 dari Terminal Blok M Jalur 6 menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan pengamatan, estimasi waktu perjalanan untuk satu kali perjalanan mencapai sekitar 67 menit. Bus berangkat dari Terminal Blok M pada pukul 09.55 WIB dan tiba di Stasiun KA Bandara sekitar pukul 11.02 WIB.

Baca juga: Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Diperkirakan Rp 15.000, Kenapa Lebih Mahal?

Selama perjalanan, kepadatan lalu lintas hanya terjadi di ruas Senayan menuju Gerbang Tol Slipi 1 serta di tikungan Tol Prof. Dr. Sedyatmo menuju Pantai Indah Kapuk (PIK).

Namun, kepadatan tersebut tidak berlangsung lama. Armada bus masih dapat melaju dengan kecepatan hingga sekitar 50 kilometer per jam di lajur kiri jalan tol.

Setibanya di depan Stasiun KA Bandara, pengeras suara bus menginformasikan bahwa lokasi tersebut merupakan titik pemberhentian terakhir trayek SH2 yang baru diresmikan pada pagi hari yang sama.

Penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Terminal 1, Terminal 2, atau Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta harus melanjutkan perjalanan menggunakan KA Kalayang atau Skytrain bandara.

Moda tersebut dapat diakses dengan memasuki area stasiun, kemudian menaiki eskalator menuju peron Skytrain. Layanan KA Kalayang dapat digunakan secara gratis oleh penumpang.

Salah satu penumpang, Teti (58), warga Cipinang, Jakarta Timur, mengaku terbantu dengan kehadiran layanan Transjabodetabek menuju bandara.

Menurut dia, ongkos perjalanan menjadi jauh lebih murah dibandingkan moda transportasi lain menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Menjajal Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta, Waktu Tempuh 67 Menit

"Kalau naik kereta bandara kan tiketnya itu harus pesen, harganya juga Rp 30.000 ke atas. Sedangkan naik TJ cuma Rp 3.500 langsung sampe stasiun bandara, saya tinggal lanjut ke Terminal 1 juga enggak bayar," kata Teti saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis.

Selain tarif yang murah, ia juga menilai layanan ini memberikan pilihan transportasi tambahan menuju bandara selain taksi maupun kereta bandara.

"Kalau ongkos cuma Rp 3.500 ya mending TJ, tinggal bagaimana kita atur waktu biar sampe bandara gak telat karena kan tadi perjalanan juga bisa kena macet ya," jelas Teti.

"Sangat terjangkau, karena taksi aja bisa Rp 300.000 lebih untuk sekali jalan," tambahnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Resmi diluncurkan hari ini

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin meresmikan layanan Transjabodetabek rute SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
8 Lapangan Padel di Jaktim Disegel karena Tak Berizin
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Cek Diskon Tarif Tol Selama Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Kata Annisa Hadiyanti soal Kreator Nussa Sebut Polemik IP Sudah Selesai
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Jersey Baru Timnas Indonesia Resmi Diluncurkan, Bisa Dibeli Daring Mulai Malam Ini
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rumah Terancam Disita, Nia Daniaty Ogah Dikaitkan Kasus CPNS Bodong sang Anak
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.