Mendagri Teken SKB 7 Menteri soal Pedoman Pemanfaatan Teknologi Digital & AI

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) 7 Menteri terkait pedoman pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial di jalur pendidikan formal, non-formal, dan informal.

Prosesi penandatanganan itu berlangsung di Aula Heritage, Kantor Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Selain Mendagri, para menteri yang menandatangani SKB tersebut yakni Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menkomdigi Meutya Viada Hafid, Menteri PPPA Arifah Fauzi, dan Mendukbangga Wihaji. Penandatanganan SKB itu disaksikan langsung Menko PMK Pratikno.

Dalam sambutannya, Menko PMK Pratikno menjelaskan SKB ini secara spesifik melibatkan kementerian yang mengurusi bidang pendidikan dan teknologi. Keberadaan SKB ini untuk mengatur penggunaan teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Selain itu, SKB ini diharapkan dapat meminimalkan risiko pemanfaatan teknologi digital, khususnya pada anak-anak.

“Yang juga sebagai penguji dan itu sudah proven secara akademik adalah pemanfaatan penggunaan teknologi digital yang tidak terkendali, tidak terkontrol, tidak termitigasi,” ujarnya.

Di lain sisi, dampak lainnya yang menimpa kalangan remaja dan anak-anak yakni tren fear of missing out (fomo), flexing, hingga bullying. Selain dampak negatif, kemajuan teknologi juga memberikan dampak positif, khsususnya di sektor pendidikan.

Para pegiat pendidikan banyak terbantu oleh keberadaan kecerdasan artifisial. Berbagai kondisi tersebut, tambah Pratikno, membutuhkan respons dari pemerintah untuk menyusun aturan yang berfungsi sebagai panduan penggunaan teknologi secara bijak.

Ia menambahkan, melalui SKB yang telah ditandatangani 7 menteri, diharapkan mampu melahirkan generasi yang bijak, cerdas, serta mampu mengoptimalkan teknologi. Dengan upaya tersebut, ekosistem akademik dan pendidikan akan mampu melompat maju baik dari sisi kapital, etika, dan moral.

“Jadi agar anak-anak kita tidak dikuasai dengan teknologi, tapi menguasai teknologi untuk kebajikan. Itulah tujuan kita,” tandasnya.

Sebagai informasi, usai penandatanganan tersebut, Mendagri bersama para menteri terkait menerima buku bijak dan cerdas ber-AI, serta buku membangun organisasi cerdas dan humanis dari Menko PMK Pratikno.

Serangkaian prosesi tersebut sekaligus menjadi simbol kepedulian pemerintah dalam mendukung kemajuan teknologi digital dan kecerdasan artifisial.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesanan Kue Kering Rumahan di Dabo Singkep Meningkat Jelang Lebaran
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Pastikan Stok BBMLPG Aman saat Lebaran, Kapolri: Tak Usah Panic Buying
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Wuling Goda Masyarakat Jakarta & Bekasi Beli Mobil Baru Sebelum Lebaran
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Fans Garuda Berbondong-bondong Komentari Jersey Baru Timnas Indonesia: Waduh
• 35 menit lalutvonenews.com
thumb
Puluhan Ribu Jamaah Umrah RI Tertahan di Arab Saudi, Pemerintah Perpanjang Visa
• 18 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.