Menganyam Rezeki dari Janur Saat Lebaran Mendekat

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Rangkaian janur tampak menggantung berderet di tepi Jalan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (11/3/2026).

Daun kelapa muda berwarna hijau kekuningan itu dianyam membentuk kulit ketupat dan tersusun rapi memanjang di sisi jalan. Pemandangan tersebut menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di kawasan itu.

Sekitar 100 meter dari area Pasar Palmerah, sejumlah lapak penjual janur berdiri berjajar di pinggir jalan.

Baca juga: Harga Daging Ayam dan Sapi Mulai Naik Jelang Idul Fitri 2026 di Pasar Jaktim

Lapak-lapak itu terlihat sederhana. Para pedagang hanya memasang terpal biru sebagai atap untuk melindungi diri dari panas dan hujan.

KOMPAS.com/HAFIZH WAHYU DARMAWAN Pembeli saat membeli janur di Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (11/3/2026).
Meski demikian, tempat tersebut nyaris tak pernah sepi. Para pedagang terus melayani pembeli sambil merangkai janur menjadi kulit ketupat.

Menjelang Lebaran, permintaan janur untuk membuat ketupat memang biasanya meningkat. Bagi banyak keluarga, ketupat masih menjadi hidangan khas yang hampir selalu hadir saat Hari Raya.

Yadi, salah seorang pedagang di lokasi tersebut, mengatakan dirinya sudah lama menjual janur yang dapat dianyam menjadi kulit ketupat.

“Dari tahun 2000 sudah jual beginian," kata dia saat ditemui, Rabu.

Ia bercerita bahwa keputusannya menekuni bisnis janur berawal dari tingginya permintaan masyarakat.

Sejak pertama kali merantau ke Jakarta, ia langsung memilih janur sebagai sumber penghidupannya.

Yadi mengungkapkan bahwa dirinya berasal dari Serang, Banten. Tanpa mencoba pekerjaan lain, ia langsung fokus menjalankan usaha ini.

Penjualan Meningkat Jelang Lebaran

Yadi yang sehari-hari bekerja seorang diri menuturkan bahwa jumlah pembeli biasanya meningkat signifikan ketika mendekati Lebaran.

"Ada yang beli 100, ada yang 200, ada juga yang 50 (buah) itu biasanya yang sudah kenal atau memang buat jualan lagi. Jadi tetap ada yang beli, tapi tidak seramai kalau menjelang Lebaran," ujarnya.

Baca juga: Dari Remaja hingga IRT, Euforia Berburu Baju Lebaran di Thrifting Pasar Senen

Menurut dia, menjelang Lebaran pembeli datang dari berbagai tempat untuk membeli kulit ketupat, baik untuk kebutuhan sendiri maupun untuk dijual kembali.

Ia mengatakan, pada masa menjelang hari raya penjualan bisa mencapai puluhan ikat dalam sehari.

“Kadang sampai 50 ikat juga ada yang habis. Jadi memang ramai kalau sudah dekat Lebaran," katanya.

Sebagian besar pembeli, kata Yadi, adalah ibu-ibu yang memilih membeli kulit ketupat yang sudah jadi karena lebih praktis.

“Iya, sekarang kan udah jarang yang bikin sendiri di rumah. Kebanyakan pada beli aja yang udah jadi. Tinggal diisi beras, praktis daripada harus bikin dulu," kata dia.

Harga Janur Naik Mendekati Hari Raya

Selain jumlah pembeli yang meningkat, harga janur juga biasanya ikut naik ketika Lebaran semakin dekat. Hal ini terjadi karena permintaan masyarakat yang terus bertambah.

Yadi mengatakan, harga satu ikat kulit ketupat yang dijualnya saat ini masih sekitar Rp 8.000. Namun, harga tersebut biasanya akan naik dalam beberapa hari menjelang Lebaran.

“Kalau sekarang masih segitu Rp 8.000, tapi biasanya kalau sudah besok-besok makin dekat Lebaran naik jadi Rp 10.000. Memang tiap tahun begitu, makin dekat Lebaran makin naik harganya karena yang cari makin banyak," ujar dia.

Ia menjelaskan, jumlah kulit ketupat dalam satu ikat juga berbeda, tergantung harga yang dijual.

“Kalau yang Rp 8.000 ini satu ikat isinya ada 10, kalau yang Rp 10.000 biasanya bisa dapat 13. Jadi beda sedikit jumlahnya," katanya.

Baca juga: Tuntut Ammar Zoni dkk 9 Tahun Penjara, JPU Tegaskan Tak Bertindak Serampangan

Pasokan Janur Datang dari Kampung

Yadi mengatakan, pasokan bahan baku janur biasanya didatangkan dari kampungnya di Banten melalui pemasok.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Jadi ada pemasok yang ngirim ke sini. Nanti (saya) setoran," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fariz RM Lelang Memorabilia, Hasilnya Disumbangkan ke Anak Yatim 
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Dunia Hari Ini: Queensland Diterjang Banjir, 2 Turis Ditemukan Meninggal
• 15 jam laludetik.com
thumb
Pengendali BEBS Tersangka Goreng Saham, Manajemen Berkah Beton Sadaya Buka Suara
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Diputuskan Ammar Zoni, Kamelia Tak Menyayangkan Hubungannya yang Kini Kandas: Jodoh Enggak Akan Tertukar
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Sering Merasa Haus: Apakah Tubuh Kekurangan Cairan?
• 57 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.