Komisaris Pertamina Hasan Nasbi Dipanggil Presiden Prabowo ke Istana, Bahas Apa?

jpnn.com
13 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Kamis sore.

Komisaris PT Pertamina (Persero) itu dipanggil untuk menghadiri agenda pertemuan bersama Kepala Negara.

BACA JUGA: Hasan Nasbi: PSI Kian Matang, Peluang Masuk Parlemen Makin Besar

Hasan Nasbi, yang tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.00 WIB mengaku belum mengetahui secara pasti agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Undangan untuk menghadiri agenda bersama Presiden diterimanya pada hari yang sama melalui pesan dari pihak protokol.

BACA JUGA: Hasan Nasbi soal Akar Masalah Banjir: Bukan Menteri Setahun Menjabat

"Tadi 13.30 WIB di-WA (WhatsApp) oleh Protokol. Ada agenda bersama Presiden katanya. Namun, saya belum tahu agendanya. Terus terang benar-benar belum tahu," kata Hasan menjawab pertanyaan wartawan.

Dia mengatakan belum mendapat penjelasan mengenai kapasitas kehadirannya dalam pertemuan itu maupun topik yang akan dibicarakan.

BACA JUGA: Sempat Diingatkan Hasan Nasbi, Menkeu Purbaya Ubah Gaya Komunikasi

Sebelumnya, Hasan juga pernah menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, Senin (9/3) malam.

Dalam pertemuan itu, dia menyebut hanya mengikuti jalannya rapat dan mendengarkan pembahasan yang disampaikan para menteri.

Menurut dia, rapat sebelumnya membahas berbagai kondisi terkini, termasuk situasi global seperti konflik di luar negeri serta langkah yang perlu disiapkan Indonesia agar tidak terjebak dalam krisis.

"Topik-topik kondisi terkini saja. Lagi ada perang, terus bagaimana Indonesia menyikapinya supaya tidak terjebak ke dalam krisis, bagaimana solusinya, macam-macam lah. Namun kan yang bicara menteri-menteri ya. Saya dengarkan saja. Saya kan tidak ikut ngomong, saya dengarkan saja," ucapnya.

Hasan menuturkan pembahasan dalam rapat itu berlangsung selama sekitar tiga jam dan diselingi kegiatan berbuka puasa.

Terkait kemungkinan adanya penugasan baru atau kabar mengenai perombakan kabinet, Hasan menyatakan belum menerima informasi maupun pembicaraan apa pun mengenai hal tersebut.

Dia juga belum dapat memberikan komentar apabila nantinya diminta kembali membantu pemerintahan.

"Belum bisa komentar. Kita orang belum ada ini, belum ada pembicaraan soal itu. Sabar ya. Nanti lagi ya. Terima kasih," pungkasnya.

Selain Hasan, nampak pula Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia turut tiba di Istana Kepresidenan.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Daging Ayam dan Sapi di Jakarta Timur Mulai Naik Menjelang Idul Fitri 2026
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Petaka Baru Selat Hormuz, Iran Pasang Perangkap Murah Lawan Amerika
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tingkatkan Indeks Pencegahan Korupsi, Bupati Luwu Utara Targetkan Posisi 10 Besar
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Demi Nama Indonesia, Dewa United Mati-matian Singkirkan Manila Digger dan Lanjut ke Semifinal AFC Challenge League
• 14 jam lalubola.com
thumb
Jepang Perkuat Ekosistem Otomotif Indonesia, hingga Ekspor ke 70 Negara
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.