Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama di Indonesia untuk memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan menjelang sejumlah hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah.
Menurut Nasaruddin, momentum perayaan keagamaan tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.
“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan, setiap perayaan keagamaan memiliki nilai universal yang dapat mendorong kehidupan sosial yang lebih baik.
Nyepi, kata dia, mengajarkan refleksi diri serta pengendalian diri. Sementara Idul Fitri menekankan pentingnya saling memaafkan dan mempererat persaudaraan. Adapun Paskah membawa pesan harapan dan kasih kepada sesama.
“Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas oleh para tokoh agama, masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Presiden mengingatkan bahwa perbedaan merupakan kenyataan yang harus dikelola dengan sikap saling menghormati.
“Perbedaan itu bukan sesuatu yang harus mengarah kepada perpecahan. Kita perlu menggalang persatuan dan kerukunan untuk menghadapi keadaan yang penuh ketidakpastian ini,” ujar Prabowo.
Sejalan dengan semangat tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026. Edaran itu memuat panduan penyelenggaraan ibadah Ramadan, perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, serta program masjid ramah pemudik.
Editor: Redaksi TVRINews



