Kiamat Burung Menghantui Amerika

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Populasi burung di kawasan Amerika Utara dilaporkan terus mengalami penurunan dan bahkan menunjukkan tanda-tanda percepatan dalam beberapa dekade terakhir. Penurunan tersebut paling terasa di wilayah dengan aktivitas pertanian intensif.

Penelitian dalam jurnal ilmiah Science Advances, menganalisis 261 spesies burung di berbagai habitat Amerika Utara, dengan menggunakan data dari North American Breeding Bird Survey.

Dengan melihat data dari tahun 1987 hingga 2021, para peneliti bisa memantau perubahan populasi burung selama lebih dari tiga dekade, dan mencakup lebih dari 1.000 jalur pengamatan.

Hasilnya menunjukkan bahwa banyak spesies mengalami penurunan signifikan, menunjukkan tren kehilangan burung yang nyata dan meluas di wilayah Amerika Utara.

Wilayah Amerika Utara Paling Terdampak

Terdapat tiga titik di Amerika Utara dengan penurunan populasi burung paling cepat, yaitu:

  1. Midwest AS, sebagai pusat pertanian jagung dan kedelai paling intensif di dunia.

  2. California, dengan penggunaan pupuk dan pestisida di Lembah Tengah sangat tinggi.

  3. Mid-Atlantic, memiliki kombinasi peternakan industri, pertanian baris, dan urbanisasi.

Baca: Kiamat Sudah Dekat, Cuma 5 Makhluk Ini Mampu Bertahan di Bumi
Foto: Ratusan bebek di sepanjang Danau Michigan, Amerika Serikat (AS) ditemukan mati lantaran diduga terpapar flu burung. (REUTERS/Vincent Alban)
Ratusan bebek di sepanjang Danau Michigan, Amerika Serikat (AS) ditemukan mati lantaran diduga terpapar flu burung. (REUTERS/Vincent Alban)

Gambar di atas menunjukkan perubahan populasi burung di Amerika Utara berdasarkan data survei jangka panjang. Warna merah menunjukkan penurunan populasi yang lebih besar, sementara area tertentu menunjukkan percepatan penurunan.

Wilayah-wilayah tersebut memiliki satu kesamaan utama, yaitu pertanian intensif. Intensitas ini diukur melalui indikator seperti luas lahan pertanian, penggunaan pupuk, dan pestisida di sekitar lokasi survei. Hasilnya menunjukkan bahwa daerah dengan aktivitas pertanian yang lebih intens cenderung mengalami penurunan populasi burung yang lebih cepat.

Faktor Penyebab Penurunan Populasi Burung

Salah satu faktor utama yang mendorong penurunan populasi burung adalah intensifikasi pertanian yang mengubah lanskap alami secara besar-besaran. Berikut faktor penyebab penurunan populasi burung di Amerika Utara.

Penurunan populasi burung yang semakin cepat menjadi sinyal peringatan bagi kesehatan ekosistem secara keseluruhan. Burung memiliki peran penting dalam mengendalikan hama, menyebarkan biji, dan menjaga keseimbangan alam. Karena itu, tren penurunan ini tidak hanya berdampak pada satwa liar, tetapi juga pada sistem lingkungan yang lebih luas.

Para peneliti menekankan bahwa pengelolaan lanskap pertanian yang lebih berkelanjutan, termasuk pengurangan penggunaan bahan kimia dan perlindungan habitat alami, dapat membantu memperlambat bahkan membalikkan tren penurunan tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

 

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebut Upaya AS-Israel Tumbangkan Rezim Iran Gagal, Faisal Assegaf: Kini Iran yang Dikte Amerika
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Anak Harimau Sumatera di Pelalawan Masuk Perangkap usai Mangsa Ternak Warga
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Pakar Ekonomi: Sentimen Rupiah Dipengaruhi Rencana Pelepasan Cadangan Minyak IEA
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Akan Bangun Pusat Latihan Militer Internasional di Morotai
• 16 jam lalumatamata.com
thumb
Polisi Panggil Freya JKT48 Terkait Kasus Dugaan Manipulasi AI
• 21 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.