Menakar Risiko Mudik Motor Bersama Buah Hati

republika.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lebaran selalu menjadi magnet yang menarik jutaan orang kembali ke kampung halaman. Mudik bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan emosional yang melibatkan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak.

Namun, terselip pemandangan yang memilukan sekaligus mencemaskan di sepanjang jalur mudik yaitu ribuan sepeda motor yang dipaksakan mengangkut beban melebihi kapasitas, dengan anak-anak kecil terselip di antara tumpukan barang dan deru angin jalanan. Menyikapi fenomena tahunan ini, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau pemerintah untuk melarang masyarakat melakukan mudik menggunakan sepeda motor jika membawa anak-anak pada Lebaran 2026. 

Baca Juga
  • Siap Mudik? Pastikan Perlengkapan Anak Ini Jangan Ketinggalan
  • Setelah Ancaman Boikot ChatGPT, Giliran Google Gemini Masuk ke Pentagon
  • Komentar Aktor China Zhang Linghe tentang Asia Tenggara Bikin SEAblings Marah

"MTI bersama KPAI mengimbau ada larangan mudik sepeda motor dengan membawa anak-anak pada Lebaran tahun 2026. Ini mestinya bisa menjadi perhatian pemerintah," ujar Ketua Umum MTI, Haris Muhammadun, pada Selasa (10/3/2026).

Pemudik membawa serta anaknya dengan sepeda motor di tengah kepadatan lalu lintas arus mudik di Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2024). - (Edi Yusuf/Republika)

 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Angka-angka yang dipaparkan Haris bukanlah sekadar statistik hambar. Merujuk pada data tahun 2024, sebanyak 76,64 persen kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor. Angka ini menjadi alarm keras bahwa kendaraan roda dua memang tidak dirancang untuk perjalanan jarak jauh dengan beban berlebih, apalagi dengan penumpang anak-anak yang memiliki daya tahan fisik jauh di bawah orang dewasa.

Mengapa motor tetap menjadi primadona?

Biaya yang lebih terjangkau dinilai menjadi alasan utama masih banyak pemudik menggunakan motor ke kampung halaman. Selain itu, faktor kepraktisan juga bermain. Setibanya di kampung, para pemudik membutuhkan mobilitas untuk mengunjungi sanak saudara.

Infrastruktur transportasi umum di perdesaan maupun kota-kota kecil di Indonesia dinilai belum memadai. Hal inilah yang membuat masyarakat merasa "terpaksa" membawa motor sendiri dari kota asal.

"Kami mendorong pemerintah mulai bertahap membenahi kembali angkutan perdesaan dan angkutan di kecamatan maupun di kota-kota kecil sehingga nanti mobilitas masyarakat di kampung halamannya lebih mudah," kata Haris.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Kirim Aduan MBG di DIY, Warga Bisa Hubungi Hotline Lapor Mas Kareg
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
AS Diduga Kuat Dalangi Pengeboman Sekolah Dasar Perempuan Iran tapi Trump Berkilah, Ini 5 Faktanya
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Korlantas Polri dan Kemenhub Gelar Doa Bersama di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Surabaya Hari Ini 12 Maret 2026
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tok! DPR Resmi Sahkan RUU PPRT Jadi Usul Inisiatif
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.