Jakarta, CNBC Indonesia - Uber makin serius menggarap proyek taksi otomatis tanpa sopir (robotaxi). Raksasa transportasi online yang sempat beroperasi kemudian tutup di Indonesia itu baru saja bekerja sama dengan pembuat robotaxi Zoox.
Kerja sama multi-tahun itu akan membuat robotaxi Zoox berada di platform Uber, dikutip dari Reuters, Kamis (12/3/2026).
Peluncuran proyek kerja sama ini akan dirilis pertengahan tahun di Las Vegas. Kemudian akan disusul beroperasi di Los Angeles pada pertengahan 2027 mendatang.
Nantinya, robotaxi dapat diakses melalui Uber untuk semua perjalanan yang memenuhi syarat. Pengguna Zoox juga masih bisa mengaksesnya dalam aplikasi sendiri.
- BHR Grab Cair, 400 Ribu Ojol dan Driver Online Bisa Cek Saldo
- Ramai-ramai Ngeluh Krisis Ojol di Jakarta, Grab-Gojek Buka Suara
- Penyebab Krisis Ojol di Jakarta Jelang Lebaran, Hindari Jam-jam Ini!
Zoox didirikan tahun 2014, dan enam tahun kemudian diakuisisi oleh Amazon. Akuisisi pada 2020 itu bernilai US$1,3 miliar atau Rp 21,9 triliun.
Layanan ini menawarkan pembeda dibandingkan yang sudah ada di pasaran saat ini. Zoox tidak merancangnya seperti platform mobil tradisional.
Desainnya berbentuk kotak dengan tanpa roda kemudi atau pedal. Zoox juga dirancang khusus untuk penumpang.
Operasional Zoox memang tak semasif Waymo yang dimiliki Alphabet, induk perusahaan Alphabet. Namun, perusahaan berupaya memperluasnya secara bertahap.
Zoox telah meluncurkan layanan terbatasnya di Las Vegas. Begitu juga program uji coba penumpang di San Fransisco pada akhir tahun lalu.
(fab/fab) Add as a preferred
source on Google




