Jakarta: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) membeberkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025. Data ini mengungkap potret kepadatan penduduk teranyatr.
"Data kependudukan adalah kunci pelayanan publik dan pembangunan demokrasi. Meskipun kepadatan penduduk tidak merata dari Sabang sampai Merauke, semuanya kini telah terintegrasi dalam satu sistem nasional yang tunggal," kata Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Kepadatan masih terpusat di Pulau Jawa, dengan Provinsi Jawa Barat menempati posisi teratas sebagai wilayah berpenduduk terbanyak di Indonesia. Teguh Setyabudi menegaskan bahwa akurasi data kependudukan merupakan fondasi vital bagi perencanaan pembangunan dan alokasi anggaran negara.
Baca Juga :
Kemendagri Perkuat Kompetensi ASN Berbasis Merit SistemBerdasarkan data yang dipaparkan, tiga provinsi dengan populasi terbesar adalah Jawa Barat (52,2 juta jiwa), Jawa Timur (42,2 juta jiwa), dan Jawa Tengah (38,6 juta jiwa). Sebaliknya, wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit berada di wilayah timur, yakni Papua Barat (588 ribu jiwa), Papua Selatan (588 ribu jiwa), dan Papua Barat Daya (632 ribu jiwa).
Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor kembali mengukuhkan posisinya sebagai wilayah terpadat dengan populasi hampir menyentuh angka 6 juta jiwa. Angka ini jauh melampaui Kabupaten Bandung (3,9 juta jiwa) dan Kabupaten Tangerang (3,5 juta jiwa). Sementara itu, Kabupaten Supiori di Papua tercatat sebagai wilayah dengan penduduk paling sedikit, yakni hanya 29 ribu jiwa.
Teguh juga menyoroti tingginya mobilitas penduduk Indonesia yang diibaratkan seperti arus sungai yang terus mengalir. Perpindahan penduduk paling dinamis tercatat terjadi di Kabupaten Bogor (133 ribu), Kabupaten Bekasi (104 ribu), Kabupaten Bandung (96 ribu), Kabupaten Tangerang (87 ribu), dan Kota Batam (80 ribu).
"Data ini menunjukkan betapa mobilitas masyarakat menjadi bagian dari denyut kehidupan bangsa, seperti arus sungai yang terus mengalir dari satu daerah ke daerah lain," ujarnya.
Teguh mengatakan Indonesia memiliki tradisi urbanisasi dan migrasi sirkuler (penduduk yang bergerak antarwilayah tanpa menetap permanen) yang sangat tinggi. "Arus mudik lebaran yang sebentar lagi bakal berlangsung, sering dicatat sebagai salah satu pergerakan manusia tahunan terbesar di dunia," ujar Teguh.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Teguh Setyabudi. Istimewa
Sepanjang 2025, Dukcapil mencatat angka kelahiran tertinggi berada di Jawa Barat dengan 438 ribu jiwa. Secara nasional, total akta kelahiran yang diterbitkan mencapai 5,8 juta. Teguh menekankan pentingnya kecepatan penerbitan dokumen kependudukan segera setelah kelahiran.
"Sebanyak 23,4 persen akta diterbitkan dalam waktu kurang dari 30 hari setelah bayi lahir. Semakin cepat akta diterbitkan, semakin cepat pula hak-hak sipil anak terpenuhi oleh negara," pungkas Teguh.




