KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan nasional menjelang arus mudik Lebaran.
Salah satu ruas yang tengah ditangani adalah Palur-Sragen, Jawa Tengah, yang saat ini menjalani pekerjaan preservasi guna meningkatkan kualitas jalan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Surakarta-Palur-Sragen-Mantingan, Novi Krisniawati, mengatakan sejumlah pekerjaan telah dilakukan, termasuk perkerasan kaku (rigid pavement).
Baca juga : PU: Akses Jalan Nasional di Aceh Mulai Pulih Bertahap
“Pekerjaan rigid sudah dikerjakan dan selesai,” ujarnya saat meninjau ruas Palur-Sragen, Kamis (12/3).
Menurut Novi, proyek preservasi jalan Palur-Sragen merupakan pekerjaan multi-year selama tiga tahun yang dimulai sejak 2025 dan kini memasuki tahun kedua pelaksanaan.
Dalam paket pekerjaan tersebut, sejumlah fasilitas pendukung jalan juga terus diselesaikan, seperti pemasangan kerb dan median jalan.
Baca juga : 496 Posko Istirahat Kini Bisa Dicari di Google Maps selama Mudik Lebaran 2026
“Beberapa pekerjaan median masih dikerjakan oleh penyedia jasa di STA awal sekitar KM 13,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas jalan, proyek ini juga menangani permasalahan banjir yang kerap terjadi di lokasi tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah peninggian badan jalan (raising) pada titik rawan genangan.
“Penanganan peninggian badan jalan dilakukan di KM 13 sampai KM 15,” jelas Novi.
Ia menambahkan, perbaikan menyeluruh dilakukan karena kondisi jalan sebelumnya sudah tidak layak dan banyak berlubang.
Ruas Palur-Sragen sendiri memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah. Selain dilintasi kendaraan ringan, jalan ini juga menjadi jalur truk bermuatan berat menuju Jawa Timur.
“Jika terus lurus, jalur ini tembus ke Jawa Timur atau Mantingan,” ujarnya.
Selain itu, jalan tersebut juga menjadi bagian dari jalur lintas tengah yang menghubungkan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
“Ruas ini sangat penting untuk mendukung konektivitas antarwilayah,” tegasnya.
Saat ini progres pekerjaan telah mencapai 41% dengan deviasi positif sebesar 16,7%. Setelah Lebaran, pekerjaan lanjutan masih akan dilakukan di beberapa titik.
“Kami masih memiliki pekerjaan setelah Lebaran, seperti rehab mayor aspal dua lapis maupun rehab minor satu lapis,” kata Novi.
Selain perbaikan jalan, proyek ini juga mencakup pembangunan saluran U-ditch, pekerjaan cold milling machine (CMM) untuk pengembalian kondisi jalan, serta penutupan kembali dengan lapisan aspal dan perkerasan beton di sejumlah titik.
Novi menjelaskan, lokasi tersebut setiap tahun sering mengalami luapan air saat musim hujan karena sungai di sisi jalan tidak mampu menampung debit air yang meningkat.
“Hal ini kemungkinan dipicu perubahan penggunaan lahan, misalnya dari sawah menjadi kawasan industri,” ujarnya.
Namun setelah dilakukan peninggian badan jalan dan perbaikan rigid sejak 2025, kondisi tersebut mulai membaik.
“Warga sangat terbantu karena lalu lintas tetap lancar meskipun curah hujan tinggi,” tambahnya.
Penanganan Dampak Badai di Batang-KendalDi lokasi berbeda, PPK 1.2 BBPJN Jawa Tengah-DIY Ridwan Umbara menjelaskan penanganan dampak angin kencang yang terjadi di ruas Batang-Kendal.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 4 Maret 2026 sekitar pukul 16.30 WIB di KM 73-74, yang menyebabkan sejumlah infrastruktur tumbang.
“Sebanyak 24 tiang listrik tumbang dan sekitar 20 batang pohon jati milik Perhutani juga roboh akibat badai,” kata Ridwan.
Petugas langsung melakukan penanganan darurat pada malam hari agar jalur tetap dapat difungsikan. Selama proses penanganan, arus kendaraan dari arah Semarang diberlakukan sistem contraflow hingga pagi hari.
Keesokan harinya, pihak BBPJN juga berkoordinasi dengan PLN untuk memperbaiki tiang listrik yang rusak.
“Pada Kamis, 5 Maret sekitar pukul 15.00 WIB, penanganan sudah tuntas,” ujarnya.
Setelah itu, arus lalu lintas kembali normal dengan empat lajur yang dapat digunakan menuju Semarang maupun Jakarta.
Dalam proses penanganan, tim mengerahkan sejumlah alat berat seperti wheel loader, dua dump truck, serta satu alat exca-loader jenis JCB.
Selain itu, penanganan di lapangan juga melibatkan tenaga padat karya dan warga setempat untuk membersihkan material pohon yang menghalangi jalan.
Ridwan mengakui salah satu kendala dalam penanganan adalah keterbatasan waktu karena adanya potensi badai susulan. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan sekitar satu kilometer.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya akan terus memantau prakiraan cuaca serta berkoordinasi dengan Perhutani terkait pohon besar di sekitar jalan.
“Kami fokus membersihkan ranting dan material yang menghalangi jalan agar arus lalu lintas kembali normal,” pungkasnya. (Z-10)





