Jalur Lembah Anai Lancar, Pengendara Diminta Waspadai Kondisi Cuaca

kompas.id
10 jam lalu
Cover Berita

PADANG, KOMPAS — Aktivitas lalu lintas di Jalur Lembah Anai yang menghubungkan rute Padang-Bukittinggi dilaporkan relatif lancar pada H-9 Idul Fitri 1447 Hijriah. Meski jalur sudah kondusif pascabencana, pengendara tetap diminta waspada terhadap kondisi cuaca yang sering berubah-ubah di kawasan tersebut. 

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang Ajun Komisaris Pifzen Finot, Kamis (12/3/2026), mengatakan, ini merupakan hari kedua Jalur Lembah Anai dibuka 24 jam. Jalan dibuka dua lajur dan terbatas untuk kendaraan roda dua dan roda empat. 

“Lalu lintas di Jalur Lembah Anai lancar, belum ada peningkatan signifikan arus mudik. Peningkatan arus mudik kami perkirakan mulai terjadi sekitar H-5 hingga setelah Lebaran,” ujar Finot, ketika dihubungi dari Padang, Kamis sore.

Sebelumnya, Jalur Lembah Anai hanya dibuka terbatas pada sore hingga pagi hari sejak 16 Desember 2025. Itu dilakukan karena ada pekerjaan perbaikan jalan usai rusak parah akibat banjir bandang dan longsor pada 27 November 2025.

Menurut Finot, pada H-10 hingga H+10 Lebaran, Jalur Lembah Anai dibuka 24 jam untuk dua lajur. Pekerjaan perbaikan jalan di lokasi itu dihentikan sementara saat masa mudik. Pekerjaan baru dilanjutkan kembali setelah H+10 Lebaran.

“Jalur sudah klir dari pekerjaan, alat berat sudah dipinggirkan, dan jalan sudah dipasang water barrier dan pagar, sehingga jelas jalur ini dapat kami fungsikan untuk dua arah,” katanya.

Finot melanjutkan, jembatan kembar di perbatasan Padang Panjang dan Tanah Datar yang sempat dilanda banjir bandang juga sudah dapat dilewati dua arah. Kedua jembatan itu sudah difungsikan.

Baca JugaPemudik Sumbar Diprediksi Meningkat, Bagaimana Antisipasi Kepadatan Jalur Lembah Anai?

Meski jalan relatif aman pascabencana, Finot tetap mengimbau agar pengendara berhati-hati ketika melintasi Jalur Lembah Anai. Pengendara diminta pula memantau update informasi resmi dari Polres Padang Panjang.

“Masyarakat diimbau tetap hati-hati melewati jalur Lembah Anai karena kondisi cuaca di sana dapat sewaktu-waktu berubah. Masyarakat juga harus tetap mengutamakan keselamatan daripada kecepatan sehingga dapat sampai tujuan dengan aman, nyaman, dan selamat,” ucapnya.

Finot menambahkan, pembukaan 24 jam Jalur Lembah Anai tidak berlaku saat sistem satu arah (one way) diterapkan. Rekayasa lalu lintas itu akan diberlakukan pada H-2 hingga H-1 Lebaran atau 19-20 Maret 2026 dan H+1 hingga H+3 Lebaran atau 22-24 Maret 2026.

Pada hari-hari tersebut, jalan nasional Padang-Bukittinggi via Lembah Anai hanya dibuka satu arah bagi kendaraan dari Padang ke arah Padang Panjang/Bukittinggi selama pukul 10.00-14.00. Kemudian, pada pukul 14.00-18.00, giliran kendaraan dari arah Padang Panjang/Bukittinggi melintas satu arah munuju Padang.

“Titik penyekatan dari arah Padang menuju Bukittinggi/Padang Panjang dimulai di exit tol Sicincin, Padang Pariaman. Sementara itu, dari arah Bukittinggi/Padang Panjang penyekatan dimulai di Simpang Padang atau dekat Mako Brimob Padang Panjang,” ujar Finot.

Baca JugaMudik dan Pelesiran via Tol Trans-Sumatera

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani, Rabu (11/3/2026), mengatakan, kepadatan lalu lintas pada libur Lebaran di Sumbar tahun ini diperkirakan lebih tinggi daripada tahun lalu. 

”Tahun lalu pada masa libur Lebaran, jumlah kendaraan melintas di Sumbar sekitar 833.000 unit. Kami perkirakan itu akan naik sekitar 10 persen pada Lebaran tahun ini,” kata Dedy.

Selain libur panjang dan kebijakan work from home (WFH) di sejumlah instansi, Dedy menyebut, peningkatan jumlah pemudik juga disebabkan masyarakat yang ingin melihat kampungnya pascabencana yang melanda 16 kabupaten/kota di Sumbar akhir November 2025. 

”Orang dari rantau ingin pun ingin tahu bagaimana kondisi saudara dan kampungnya. Antusiasme orang untuk pulang pasti ramai,” ujarnya.

Baca JugaBencana Sumatera, Terlalu Mahal untuk Dilewatkan Tanpa Pembelajaran

Kondisi itu juga akan berdampak pada Jalur Lembah Anai. Apalagi tahun ini Jalur Malalak tidak dapat difungsikan sebagai penopang jalur utama rute Padang-Bukittinggi tersebut. Maka Dishub Sumbar bersama Polda Sumbar menyiapkan sistem satu arah di Jalur Lembah Anai sebagai upaya mengantisipasi kepadatan.

”Pelaksanaan one way itu supaya memberi kepastian kepada pengendara agar dapat lewat di sana. Jangan sampai nanti terjebak macet di tengah Lembah Anai. Makanya, kami atur di jam-jam sibuk,” tutur Dedy. 

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Komisaris Besar Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan, polisi akan memberlakukan clearance time atau waktu steril selama 30 menit sebelum perpindahan arus dalam sistem satu arah tersebut. 

”Selama masa (steril) tersebut, jalur sepanjang 20 kilometer akan dikosongkan untuk memastikan keamanan dan mencegah benturan kendaraan dari arah berlawanan,” kata Reza dalam keterangannya di situs Korlantas.polri.go.id, Sabtu (7/3/2026).

Polda Sumbar, kata Reza, juga mendirikan pos pantau di titik-titik krusial, seperti di Lembah Anai dan Padang Panjang. Tidak hanya secara manual, pemantauan juga mengandalkan teknologi modern. 

”Pemantauan 24 jam melalui sistem regional traffic management center (RTMC) serta patroli udara menggunakan drone untuk memantau titik kepadatan secara real time,” ucap Reza.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Ungkap Potensi Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Ekonomi Global
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Wanita di Jakbar Nekat Curi Duit Jutaan di Minimarket buat Beli Baju Lebaran
• 17 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Bakal Tunjuk Sejumlah Utusan Khusus Presiden untuk Jadi Pengawas BUMN
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Muamalat Siapkan Uang Tunai Rp879 Miliar Selama Ramadan dan Idulfitri 2026
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Pertemuan Prabowo dan Wakil PM Australia, Bahas Isu Strategis hingga Hubungan Indonesia-Australia
• 8 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.