MALANG, KOMPAS.TV - Kementerian Pariwisata melakukan antisipasi atas dampak perang Timur Tengah pada kunjungan pariwisata di Indonesia.
Hal dilakukan dengan memperkuat pada kunjungan wisatawan asing dari Asia dan Oceania.
Ditemui usai mengisi kuliah tamu di Vokasi Universitas Brawijaya Malang, Kamis (13/03/2026), Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa bilang, Indonesia justru memiliki peluang besar karena dinilai sebagai salah satu negara yang aman untuk dikunjungi wisatawan.
Ni Luh menambahkan Kemenpar juga sudah melakukan pergeseran strategi wisata dengan memperkuat kunjungan wisatawan dari Asia dan negara-negara Oceania termasuk Australia.
"Penguatan pasar tersebut juga mempertimbangkan kondisi konektivitas penerbangan internasional, terutama dari negara-negara yang tidak terdampak jalur penerbangan melalui Timur Tengah. Saat ini konektivitas kita cukup well connected. Jika dilihat dari hub penerbangan, sekitar 27 persen masih melalui Malaysia, kemudian 18 persen melalui Singapura. Sisanya dari negara-negara Asia, sementara Timur Tengah sekitar 11 persen" Ungkapnya.
Berdasarkan data kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 sendiri, Indonesia masih didominasi oelh wisatawan dari kawasan Asia dan Australia. Malayasia menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar disusul Australia, China, India, Korea Selatan, serta Taiwan.
Penulis : KompasTV-Malang
Sumber : Kompas TV
- dampak perang Iran
- pariwisata Indonesia
- Wamenpar Ni Luh Puspa
- berita Malang




