Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan indeks saham yang menaungi saham-saham lapis kedua yang diwakili Indeks SMC-Liquid tercatat bergerak lebih baik dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks LQ45 di tengah situasi dan kondisi yang penuh volatilitas. Lalu, saham-saham apa saja yang menarik untuk dicermati menjelang Lebaran?
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Rabu (11/3/2026), indeks saham SMC Liquid tercatat melemah 7,15% sejak awal tahun (year-to-date/ytd). Pergerakan indeks SMC Liquid ini tercatat masih lebih baik dibandingkan IHSG yang jatuh 14,54% ytd dan indeks LQ45 yang turun 11,14% ytd.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan situasi dan kondisi perang saat ini telah membuat saham-saham menjadi lebih fluktuatif. Oleh karena hal tersebut, saham yang memiliki fundamental dan cash flow kuat menjadi pilihan.
“Potensi valuasi di masa depan tidak kalah pentingnya, sehingga tentu kita juga melihat saham-saham yang memang memiliki daya tahan di tengah tingginya tensi geopolitik yang terjadi saat ini,” ujar Nico, Kamis (12/3/2026).
Dia menjelaskan ketika situasi dan kondisi penuh dengan volatilitas, maka memilih saham yang memiliki fundamental baik tentu menjadi pilihan.
Selain itu, kata dia, investor juga harus memilih sektor yang memiliki daya tahan terhadap situasi dan kondisi geopolitik yang terjadi saat ini, serta memiliki perusahaan yang memiliki keberlanjutan bisnis.
Nico melanjutkan apabila investor tidak suka dengan risiko tinggi, maka obligasi dan deposito menjadi sebuah pilihan. Sementara itu, apabila investor suka dengan risiko tinggi, volatilitas justru menjadi sebuah kesempatan untuk bisa masuk.
“Investor juga diminta untuk disiplin money management, terutama dalam cut loss dan realisasi portfolio. Hit and run menjadi salah satu hal yang bisa diperhatikan di tengah tingginya volatilitas,” tutur Nico.
Adapun, lanjutnya, Pilarmas Investindo Sekuritas saat ini masih menyukai saham MYOR, AMRT, ANTM, PTBA, dan EXCL untuk saham-saham lapis kedua.
Sementara itu, secara sektoral, sektor teknologi dan digital masih menjadi andalan di tengah situasi dan kondisi yang ada saat ini. Selain itu, menurutnya sektor konsumsi dan ritel, terutama menjelang lebaran memberikan sentimen positif bagi emiten di sektor ini.
“Tidak lupa, energi terbarukan juga menjadi sebuah pilihan,” ujarnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





