Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) merilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025.
Berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk Indonesia tercatat 288.315.089 jiwa.
"Berdasarkan data yang kita kelola, yang sudah melalui penunggalan dengan biometrik, jumlah penduduk Indonesia per DKB 2 Tahun 2025 adalah 288.315.089 jiwa," ucap Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).
Teguh menjelaskan, rilis data kependudukan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan yang mewajibkan pemerintah menyampaikan data penduduk setiap semester.
DKB Semester II 2025 merupakan rekapitulasi data kependudukan dalam rentang 30 Juni hingga 31 Desember 2025.
"Dengan demikian, rilis Data Kependudukan Bersih Semester 2 Tahun 2025 adalah data kependudukan per 31 Desember Tahun 2025," kata Teguh.
Laki-laki Lebih Banyak, Mayoritas di JawaTeguh menuturkan, berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Selain itu, mayoritas penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
"Dari rekap tersebut, laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Kemudian di berbagai pulau, tapi Pulau Jawa menduduki pulau yang paling banyak penduduknya, yakni 55% lebih, kemudian disusul dengan berbagai pulau lainnya," tutur Teguh.
Ia menambahkan data kependudukan tersebut dihimpun berdasarkan identitas penduduk by name by address dengan berbagai elemen data yang terintegrasi dalam sistem administrasi kependudukan nasional.
"Kami mengelola data 288,3 juta jiwa itu sebenarnya by name by address. Lengkap dengan berbagai elemen data, lebih dari 30 elemen data yang kita kelola melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Terpusat," ujar Teguh.





