Penulis: Fityan
TVRINews - Teheran
Teheran tuding Uni Eropa terlibat serangan, sementara Lebanon panggil utusan Iran dan pasar Turkmenistan krisis pasokan
Eskalasi konflik yang melibatkan Iran kini memicu efek domino, mulai dari ketegangan diplomatik dengan Uni Eropa dan Lebanon hingga krisis komoditas di negara tetangga, Turkmenistan.
Pemerintah Iran secara terbuka melayangkan kritik tajam terhadap Uni Eropa.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menilai sikap diam blok Eropa terhadap aksi militer Amerika Serikat dan Israel merupakan bentuk dukungan implisit.
Melalui pernyataan resmi di platform X, Baghaei menegaskan bahwa sikap apatis tersebut menjadikan Eropa seolah terlibat dalam rentetan serangan yang menyasar wilayah Iran.
Ketegangan Diplomatik di Beirut
Di saat yang sama, hubungan Teheran dengan negara tetangganya di Timur Tengah, Lebanon, turut diuji.
Pemerintah Lebanon secara resmi memanggil perwakilan kedutaan besar Iran di Beirut untuk dimintai klarifikasi.
Langkah ini diambil menyusul laporan dari kantor berita Tasnim mengenai dugaan operasi yang melibatkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah tersebut.
Menteri Informasi Lebanon, Paul Morcos, menyatakan bahwa pemanggilan tersebut merupakan prosedur diplomatik guna memastikan kedaulatan negara tetap terjaga di tengah situasi regional yang kian memanas.
Lumpuhnya Jalur Perdagangan
Selain di meja diplomasi, dampak perang mulai memukul sektor riil di Asia Tengah.
Di Turkmenistan, pasar-pasar utama kini menghadapi kelangkaan barang pokok akibat terhentinya arus logistik dari Iran.
Sebagai pemasok utama kebutuhan pangan dan material bangunan bagi Turkmenistan, gangguan di perbatasan Iran telah menyebabkan lonjakan harga yang signifikan di Ashgabat.
Laporan lapangan menunjukkan bahwa harga komoditas penting seperti sayuran dan bahan konstruksi melonjak antara 50 hingga 70 persen.
Seorang pedagang material bangunan di Ashgabat, Aman, mengungkapkan kepada Al Jazeera bahwa stok barang kian menipis tanpa adanya kepastian pengiriman baru.
"Outlook perdagangan saat ini sedang lumpuh," ujarnya.
Rentetan peristiwa ini menunjukkan bahwa ketegangan yang melibatkan Iran tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan di Timur Tengah, tetapi juga merusak tatanan ekonomi regional yang selama ini bergantung pada perdagangan lintas batas Iran
Editor: Redaksi TVRINews




