Sleman, tvOnenews.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman menyiapkan tujuh jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas saat arus mudik lebaran 2026.
Langkah ini dilakukan karena Sleman menjadi salah satu pintu masuk menuju DI Yogyakarta, terutama pemudik dari wilayah Jawa Tengah.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi menyampaikan bahwa peningkatan volume kendaraan memicu kemacetan di jalur utama, seperti jalan Magelang, jalan Wates dan jalan Solo.
Oleh karena itu, sejumlah jalur alternatif dipersiapkan guna mengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur utama yang kerap dilalui pemudik.
"Ada tujuh jalur alternatif yang dipersiapkan, termasuk akan memanfaatkan pintu Tol Purwomartani untuk mengurangi arus di Jalan Solo," tuturnya kepada awak media, Kamis (12/3/2026).
Disebutkan Heri, ketujuh jalur alternatif meliputi jalan Magelang menuju Yogya melalui ruas jalan Simpang Tiga Pasar Tempel - batas kota jalan Monjali.
Jalan alternatif bus Magelang menuju Prambanan Klaten melalui Simpang Tiga Pasar Tempel - Simpang Empat Proliman Bogem. Jalan alternatif Magelang menuju Prambanan Klaten melalui Simpang Tiga Pasar Tempel - Simpang Tiga Ramayana Bogem.
Selanjutnya, jalur alternatif Solo menuju Yogya melalui Simpang Tiga SD Kanisius Kalasan -Simpang Empat Blok O.
Kemudian, jalan alternatif Kulon Progo menuju Magelang melalui Simpang Tiga Klangon - Simpang Empat Tempel. Jalan alternatif dari Kulon Progo menuju Yogya melalui Simpang Tiga Klangon - Simpang Empat Pelemgurih.
Lalu, jalan alternatif Tebing Breksi melalui Simpang Tiga Pasar Prambanan - Tebing Breksi.
Sementara, pemudik dari arah Yogya yang akan menuju Solo bisa melalui jalan tol Yogya - Solo segmen Purwomartani - Prambanan yang dibuka secara fungsional mulai 16-29 Maret 2026 pukul 06.00-18.00 WIB.
"Pintu tol ini hanya dipergunakan untuk keluar Yogyakarta khusus bagi kendaraan golongan 1 non bus," kata Heri.
Dishub Sleman juga sudah memasang rambu-rambu petunjuk arah di jalur-jalur alternatif tersebut. Pun, pemasangan lampu penerangan jalan.
Namun demikian, Heri mengungkap masih ada beberapa catatan yang menjadi perhatiannya terkait jalan berlubang untuk dilakukan proses penambalan.
"Kami minta untuk jalan yang menjadi jalur alternatif termasuk menjadi prioritas untuk diperbaiki," ungkapnya.




