EtIndonesia. Terjadi insiden penembakan di dekat Konsulat Amerika Serikat di Toronto, Kanada, Selasa (10/3/2026) dini hari. Polisi menemukan bukti adanya tembakan di lokasi kejadian, namun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Hingga kini pelaku belum teridentifikasi. Jalanan di sekitar lokasi telah ditutup untuk penyelidikan.
Kepolisian dari Toronto Police Service menyatakan bahwa pada pukul 05.29 pagi mereka menerima laporan dan segera tiba di lokasi. Di tempat kejadian ditemukan sekitar 10 selongsong peluru, dan kaca pada pintu konsulat AS juga terlihat mengalami kerusakan.
Petugas forensik dari polisi Toronto mencari barang bukti di Konsulat Amerika Serikat di Toronto pada 10 Maret 2026. Polisi sedang menyelidiki laporan bahwa konsulat Amerika Serikat di pusat kota Toronto menjadi sasaran tembakan pada 10 Maret pagi (Tangkapan layar NTD)Saat ini belum ada informasi mengenai tersangka, dan motif penyerangan masih dalam penyelidikan. Jalan-jalan di sekitar lokasi telah ditutup, dan polisi meminta siapa pun yang memiliki informasi untuk memberikan petunjuk.
Petugas forensik dari polisi Toronto mencari barang bukti di Konsulat Amerika Serikat di Toronto pada 10 Maret 2026. Polisi sedang menyelidiki laporan bahwa konsulat Amerika Serikat di pusat kota Toronto menjadi sasaran tembakan pada 10 Maret pagi (Tangkapan layar NTD)“Berdasarkan keterangan saksi, sebuah mobil Honda CRV putih melaju ke barat di Dundas Street, lalu berbelok ke selatan di University Avenue dan berhenti di depan Konsulat Amerika Serikat di nomor 361. Dua pria turun dari mobil dan menembakkan senjata yang diduga pistol ke arah bagian depan gedung, kemudian kembali ke mobil dan melarikan diri ke arah selatan,” kata wakil Kepala Polisi Toronto, Frank Barredo.
Petugas forensik dari polisi Toronto mencari barang bukti di Konsulat Amerika Serikat di Toronto pada 10 Maret 2026. Polisi sedang menyelidiki laporan bahwa konsulat Amerika Serikat di pusat kota Toronto menjadi sasaran tembakan pada 10 Maret pagi (Tangkapan layar NTD)Pelaku Serangan Konsulat Akan Dihukum Berat
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan pemerintahnya akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk menangkap pelaku penyerangan terhadap konsulat dan memastikan mereka dihukum setimpal.
“Saya pastikan para pelaku akan merasakan hukuman yang setimpal,” kata Carney kepada wartawan pada 10 Maret.
Perdana Menteri Provinsi Ontario Doug Ford juga mengecam keras insiden tersebut. Ia menegaskan siapa pun yang terlibat akan menghadapi proses hukum secara penuh.
Ford menyebut aksi penembakan itu “sama sekali tidak dapat diterima” dan tidak menutup kemungkinan adanya kaitan dengan jaringan sel tidur di Kanada.
“Ini hanya pandangan saya, tetapi saya percaya sel tidur ada di berbagai negara,” kata Ford dalam konferensi pers di Queen’s Park. “Kita tahu mereka ada di Amerika Serikat dan juga di Kanada. Orang-orang seperti ini harus ditemukan dan dimintai pertanggungjawaban.”
Sementara itu, Kepala Superintendent Kepolisian Kanada untuk Operasi Kriminal di Ontario, Chris Leather mengatakan pihaknya belum memiliki bukti terkait keberadaan sel tidur dalam kasus tersebut.
Namun ia menegaskan bahwa badan intelijen Kanada, Canadian Security Intelligence Service (CSIS), sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Penembakan di kedutaan terjadi beberapa hari setelah polisi di Toronto meningkatkan patroli keamanan di seluruh kota. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi gangguan keamanan setelah pecahnya perang Iran yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Leather mengatakan keamanan di konsulat Amerika Serikat dan Israel di Toronto serta Ottawa juga telah diperketat.
Menurutnya, peningkatan pengamanan diperlukan mengingat sejumlah insiden yang terjadi belakangan ini.
“Konsulat-konsulat tersebut membutuhkan pengawasan dan perlindungan yang lebih ketat saat ini. Kami berharap ketegangan dapat mereda dalam beberapa hari atau minggu ke depan,” katanya.
Sejumlah Sinagoga Juga DitembakiInsiden penembakan di kedutaan terjadi setelah beberapa rumah ibadah Yahudi di wilayah Toronto juga menjadi sasaran tembakan.
Ford mengatakan ia sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan terhadap tempat ibadah.
“Ini tidak bisa diterima terjadi di kota dan negara kita. Pemerintah tidak akan ragu mengeluarkan sumber daya untuk menangkap dan menghukum para pelaku,” ujarnya.
Kepala penyelidik polisi Barredo mengatakan pihaknya sedang meneliti kemungkinan hubungan antara penembakan di Kedutaan Besar AS dan penembakan yang terjadi di beberapa sinagoga di wilayah Toronto.
“Kami tidak melihat kasus-kasus ini secara terpisah. Kami meneliti semuanya secara keseluruhan. Jika ada hubungan, tentu akan memengaruhi arah penyelidikan,” kata Barredo.
Polisi Toronto saat ini sedang menyelidiki penembakan di Shaarei Shomayim Synagogue pada 7 Maret serta penembakan larut malam di Temple Emanu-El Synagogue pada 2 Maret. Tidak ada korban luka dalam kedua kejadian tersebut.
Sementara itu, York Regional Police juga menyelidiki dua kasus serupa, yaitu penembakan di Beth Avraham Yoseph of Toronto Synagogue pada 7 Maret serta penembakan pada 1 Maret di sebuah pusat kebugaran milik aktivis Iran-Kanada Salar Gholami.
Tempat kebugaran tersebut diserang dua minggu setelah pemiliknya ikut mengorganisasi aksi protes anti-pemerintah Iran di Toronto yang dihadiri sekitar 350.000 orang. Tidak ada korban dalam dua insiden tersebut.
Insiden di Kanada terjadi di tengah meningkatnya ancaman keamanan terhadap lembaga diplomatik Amerika Serikat di berbagai negara.
Pada 8 Maret, di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Oslo, Norwegia, terjadi serangan alat peledak rakitan. Polisi setempat sedang menyelidiki kemungkinan keterkaitannya dengan situasi di Timur Tengah sebagai tindakan terorisme.
Akhir pekan lalu di New York City, juga terjadi serangan bom terhadap pengunjuk rasa anti-Islam. Dua pria yang terlibat telah didakwa dengan tuduhan terorisme dan penggunaan senjata pemusnah massal.
Menghadapi meningkatnya ancaman keamanan ini, polisi Toronto mengumumkan akan meningkatkan penempatan personel keamanan di seluruh kota untuk mencegah kemungkinan aktivitas kriminal selama konflik dengan Iran.
“Karena insiden ini melibatkan keamanan nasional, pihaknya telah mengaktifkan Tim Penegakan Keamanan Nasional Terpadu (INSET) dan sedang bekerja sama dengan polisi Toronto serta lembaga lain untuk menyelidiki motif para pelaku,” kata Chris Leather.
Laporan oleh jurnalis NTDTV, Shu Can, dari Kanada.





