Bisnis.com, INDRAMAYU — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan BPH Migas mengunjungi Kilang Balongan milik PT Pertamina (Persero) di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (12/3/2026). Cadangan BBM, LPG, hingga minyak mentah (crude) pun diklaim aman menjelang Idulfitri 2026 ini.
Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM Laode Sulaeman menuturkan, kunjungan itu dilaksanakan dalam rangka peninjauan Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI).
"Tadi kami sudah disampaikan laporan dari Pertamina bahwa kondisi sampai dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kita baik itu untuk BBM, LPG, crude semuanya dapat tersedia dengan baik," kata Laode di lokasi.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying. Sebab, pasokan energi selama ini masih aman terkendali.
"Masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi saat ini dan juga kita melakukan suatu inovasi-inovasi antara lain dengan pemanfaatan BBM yang optimal sesuai dengan kebutuhan," tutur Laode.
Laode menuturkan, Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan memproduksi BBM dan LPG. RU VI Balongan memiliki kapasitas pengolahan kilang sebesar 150.000 MBSD.
Baca Juga
- Harga Minyak Fluktuatif, Bahlil Sebut Belum Hitung Penambahan Anggaran BBM
- Konsumsi BBM Diproyeksi Naik 12% saat Lebaran 2026, Posko ESDM Mulai Siaga
- Konsumsi BBM di Jatim Bali Nusra Diproyeksikan Meningkat 11,9 Persen saat Mudik Lebaran 2026
Kilang Balongan memiliki Nelson Complexity Index 11,9, atau sebagai unit pengolahan minyak mentah dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia. Produk dari kilang tersebut dikirimkan untuk memenuhi pasokan energi di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.
"Produk dari kilang Balongan ini dikirim melalui pipeline langsung ke Depo Plumpang. Jadi langsung dikirim ke sana jadi posisinya sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Jawa bagian barat sampai dengan DKI Jakarta," jelas Laode.
Perinciannya, produk Kilang Balongan akan didistribusikan ke wilayah DKI dan Jawa Barat (82%), Wilayah lainnya (12%), dan Ekspor Decant Oil ke Singapura (6%). Untuk wilayah DKI dan Jawa Barat, hasil produksi dari Kilang Balongan dialokasikan untuk Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Cikampek dan Integrated Terminal Jakarta (Plumpang).
Adapun total produksi Kilang Balongan menghasilkan produk BBK (52%), BBM (26%), Non BBM seperti LPG, Avtur dan Propylene (12%) dan lain-lain (9%).
Berdasarkan data historis dan proyeksi selama 9 Maret - 1 April 2026, di wilayah Jawa Bagian Barat bahan bakar jenis bensin (gasoline) akan mengalami kenaikan permintaan sebesar 9,6% dibanding hari normal. Ini terjadi akibat mobilitas kendaraan pribadi yang bertambah saat mudik.
Pertamina juga memproyeksi permintaan Avtur yang naik tipis sebesar 0,5%. Permintaan LPG juga meningkat 2,86% dikarenakan aktivitas rumah tangga selama Ramadan.
Sementara itu, Permintaan BBM Industri diproyeksi naik 7,9%. Sedangkan, permintaan solar mengalami penurunan 27,3% karena pembatasan operasional kendaraan logistik selama periode arus mudik dan arus balik.





