Mataram: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar imunisasi darurat atau Outbreak Response Immunization (ORI) campak bagi balita dan bayi di seluruh puskesmas di tiga daerah yang mengalami kejadian luar biasa (KLB) campak. Tiga daerah tersebut yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.
Kepala Dinas Kesehatan NTB Lalu Hamzi Fikri mengatakan imunisasi darurat tersebut bertujuan untuk memutus rantai penularan campak kepada kelompok paling rentan, yaitu bayi dan balita.
"Prioritas ORI diberikan bagi bayi dan balita berusia sembilan sampai dengan 59 bulan," ujarnya di Mataram seperti dilansir Antara, Kamis, 12 Maret 2026.
Fikri menuturkan pemerintah memperkuat surveilans aktif serta pelacakan kontak hingga tingkat desa dan puskesmas guna menemukan kasus campak secara cepat dan mencegah penularan lebih luas. Data Dinas Kesehatan NTB hingga pekan ketujuh tahun 2026 mencatat sebanyak 985 kasus suspek campak di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.
"Langkah penanganan juga dilakukan dengan pemberian vitamin A pada kasus campak untuk mencegah komplikasi dan menurunkan risiko kematian," kata Fikri.
Baca Juga :
7 Warga Padang Positif Campak, Dinkes Imbau Segera Imunisasi Anak
Pemprov NTB juga memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai gejala campak, pentingnya imunisasi lengkap, serta imbauan agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai batuk, pilek, dan ruam.
Lebih lanjut ia menyampaikan pemerintah juga memastikan ketersediaan logistik penanganan KLB, mulai dari vaksin, vitamin A, hingga dukungan tata laksana klinis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Ilustrasi - Campak. Foto: ANTARA/Shutterstock.
Fikri menegaskan penguatan fasilitas kesehatan dengan penerapan sistem triase untuk memisahkan pasien suspek campak yang memiliki gejala demam, ruam, batuk, atau pilek di instalasi gawat darurat maupun layanan rawat jalan.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada, serta berperan aktif dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal guna memutus rantai penularan campak," ujar dia.




