FAJAR, MAKASSAR – Sekolah Islam Athirah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Anak didik tidak hanya digembleng dengan prestasi di bangku sekolah normal, namun juga non formal.
Kepala sekolah SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Bakry Liwang menyampaikan, adab dalam bermasyarakat juga penting untuk diperhatikan. Termasuk meningkatkan pengetahuan agama mereka kepada tuhan yang maha esa.
Sikap ini digembleng melalui program Athirah Jelajah Ramadan (AJR), yang merupakan agenda tahunan. Tujuannya, agar siswa mampu menyeimbangkan antara hubungan kepada pencipta dan kepada sesama manusia, khususnya dalam kehidupan sosial.
“Ini tahun kelima, jadi waktu kegiatannya empat hari, sebagai upaya penguatan keislaman dan penanaman nilai-nilai karakter melalui momentum ramadan. Puncaknya dirangkaikan kegiatan OSIS hari ini, buka puasa bersama dan santunan kepada anak yatim,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, agenda ini diharapkan mampu meningkatkan kepekaan sosial anak-nak kepada sesama. Itu sebabnya, pada puncak kegiatan, OSIS diminta untuk menyediakan semuanya, mulai dari keperluan kegiatan hingga santunan.
“Ini menarik, karena OSIS yang menghubungi panti asuhan, mereka menggalang dana donasi sendiri, yang terkumpul sekitar Rp13 juta lebih. Ini dikelola dan terwujudlah kegiatan hari ini puncaknya,” jelasnya.
Dia berharap, momentum ramadan ini menjadikan mereka sebagai pribadi pemenang dan lebih terbaik. “Siswa terbaik tentu ada dua indikatornya, hablum minallah dan hablum minannas. Kalau dalam diagram kartesius itu positif ke atas dan positif ke sesama,” jelasnya.
Ketua Panitia AJR, Ustadz Romi menyampaikan, tema yang diangkat dalam kegiatan ini juga sama dan dilakukan serentak oleh seluruh unit Sekolah Islam Athirah, yaitu Membudayakan Nilai-Nilai Ramadan dengan Budaya Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi.
“Program AJR ini bekerja sama dengan OSIS. Rangkaian acaranya itu berpusat pada materi, kemudian OSIS itu tugasnya mengadakan buka puasa bersama seperti ini,” tuturnya.
Untuk tahun ini, dia menyampaikan ada tiga sesi setiap hari. Pertama itu adalah halaqoh Al-Quran, anak-anak dibagi per kelompok yang jumlahnya sekitar 30 siswa. Setiap hari mereka membaca Al-Quran, satu juz satu siswa, dan menyelesaikan 30 juz dalam satu hari.
“Materi kedua itu kolosal, berpusat di Mushola, diberikan materi tentang penguatan adab, sesuai dengan tema utama dari AJR tahun ini, yaitu sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi. Jadi mengutamakan adab,” jelasnya.
Terakhir adalah project. Setelah mengikuti dan mendalami materi yang diberikan, tugas berikutnya adalah membuat project dari materi tersebut. Baik itu dengan membuat mapping, poster, dan membuat video.
“Semoga nilai-nilai Ramadan itu betul-betul dipahami semua siswa, tentang besarnya rahmat yang Allah berikan, sehingga setiap siswa betul-betul memaknai bulan Ramadan itu adalah bulan untuk mengejar pahala,” ucapnya. (wid)





