JAKARTA, DISWAY.ID - Peneliti Rismon Sianipar mengakui keaslian Ijazah Joko Widodo yang sempat dipermasalahkan sejak setahun dan mengaku ada kesalahan dalam penelitiannya.
Hal itu dikatakan usai mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Kamis, 12 Maret 2026 sore.
BACA JUGA:Rayakan Ulang Tahun Kota Bekasi, DPRD Kota Bekasi Berbagi Takjil Gratis Untuk Masyarakat
BACA JUGA:DPRD ingin Persoalan Sampah Bantargebang Harus Jadi Perhatian Lebih Serius
Rismon yang menjadi tersangka fitnah Ijazah Jokowi itu menyambangi Gang Kutai Utara, Solo sekira pukul 17.10 WIB bersama pengacaranya, Jahmada Girsang.
Rismon mengenakan setelan jas hitam dipadukan dengan celana jeans langsung masuk ke kediaman Jokowi. Setelah tiba di kediaman Jokowi, ia langsung masuk untuk melakukan pertemuan secara tertutup.
Di hadapan awak media Rismon Sianipar mengatkan meminta maaf kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) terkait tudingan ijazah palsu.
Rismon berinisiatif menemui Jokowi setelah mengajukan permohonan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.
BACA JUGA:Penampakan Yaqut Cholil Ditahan KPK Pakai Rompi Orange di Kasus Korupsi Kuota Haji
“Tentu saya minta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo,” kata Rismon usai diterima Jokowi.
Rismon juga mengaku tak ada manipulasi dalam ijazah Jokowi yang ia teliti bersama Roy Suryo dan Dokter Tifa.
“Tidak ada manipulasi digital seperti yang saya simpulkan pada buku Jokowi’s White Paper. Artinya apa? Keasliannya terjaga,” tegasnya.
Tersangka tudingan ijazah palsu, Rismon Sianipar disebut akan bertemu Jokowi di Solo.
Ajudan Jokowi, Kompol Syarif mengatakan hal itu sudah direncanakan, namun belum diketahui kepastiannya.
BACA JUGA:7 Menteri Teken Aturan AI di Dunia Pendidikan, Pemerintah Wanti-wanti Dampak FOMO hingga Bullying
- 1
- 2
- 3
- »





