Capai SDGs 2030, Air Minum Berkualitas Harus Berkelanjutan

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Momentum Hari Air Sedunia 2026 bertepatan dengan bulan Ramadan-Lebaran, periode ketika aktivitas konsumsi rumah tangga di Indonesia meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.

Laporan Redseer Strategy Consultants memperkirakan total belanja masyarakat Indonesia selama Ramadan 2025 lalu mencapai sekitar Rp1.188 triliun. Ramadan menjadi salah satu periode dengan aktivitas belanja rumah tangga yang tinggi, termasuk untuk berbagai kebutuhan pokok.

Dalam dinamika tersebut, kebutuhan dasar seperti air minum turut menjadi bagian dari struktur belanja rumah tangga. Namun, akses terhadap air minum yang benar-benar aman masih menjadi tantangan.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS menunjukkan, meskipun lebih dari 90 persen rumah tangga telah memiliki akses terhadap air minum layak, proporsi rumah tangga dengan akses air minum aman, yang memenuhi standar kualitas kesehatan, masih berada di kisaran sekitar 11-12 persen secara nasional.

Kesenjangan ini masih terlihat di sejumlah wilayah dan menjadi perhatian dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 terkait akses universal terhadap air minum yang aman dan terjangkau.

“Hari Air Sedunia adalah pengingat akses terhadap air minum aman merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga secara berkelanjutan. Ini bukan isu musiman dan bukan sekadar agenda simbolis. Air minum berkualitas adalah fondasi kesehatan dan produktivitas masyarakat,” ujar Direktur PT Biru Semesta Abadi, Yantje Wongso dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Maret 2026.

Baca Juga :

Masyarakat Diajak Dukung Pemanfaatan Sumber Daya Air Secara Berkelanjutan
 


(Gerai Air Minum Biru. Foto: Dok istimewa)

Dalam konteks tersebut, Air Minum Biru kembali menjalankan program tahunan Gratis Isi 1 Galon Air Minum Biru dalam rangka Hari Air Sedunia. Setiap warga berhak mendapatkan satu galon air minum secara gratis, tanpa syarat pembelian atau transaksi. Warga hanya perlu membawa botol galon kosong milik sendiri ke gerai Biru terdekat.

Di tahun ini, program diadakan pada Minggu, 15 Maret 2026, dilakukan secara serentak pukul 08.00-12.00 waktu setempat di 766 gerai yang tersebar di 46 kota dan 15 provinsi di Indonesia.

Tahun ini, pembagian diproyeksikan mencapai sekitar 150 ribu galon atau setara 2,85 juta liter air minum dengan estimasi nilai sekitar Rp1,3 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencatat pembagian sekitar 1,28 juta liter air minum kepada masyarakat. Akses air minum bagi semua orang Program ini mengusung semangat Biru Untuk Semua, yang menegaskan air minum berkualitas adalah hak semua orang. Inisiatif ini menempatkan akses air minum sebagai bagian dari tanggung jawab sosial yang berkelanjutan, sejalan dengan upaya memperluas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Ia menambahkan, kedekatan momentum tahun ini dengan Ramadan dan Lebaran semakin memperkuat relevansi isu tersebut. Menurutnya, ramadan menjadi periode ketika konsumsi rumah tangga meningkat, termasuk kebutuhan air minum. Namun konteks waktunya boleh berubah, urgensinya tetap sama.

“Air minum berkualitas adalah hak seluruh masyarakat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun. Melalui Biru Untuk Semua yang telah kami jalankan selama lima tahun, kami memastikan komitmen itu hadir secara nyata dan konsisten,” ujar dia.

Menurut Yantje, keberlanjutan program selama lima tahun menunjukkan inisiatif ini bukan respons sesaat terhadap momentum, melainkan bagian dari tanggung jawab jangka panjang perusahaan dalam memperluas akses air minum yang aman dan terjangkau di Indonesia.

Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Air Sedunia menjadi momen untuk menilai kembali sejauh mana kebutuhan paling esensial masyarakat telah terpenuhi secara merata. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus bergerak, memastikan akses terhadap air minum yang aman bukan lagi menjadi kesenjangan, melainkan standar dasar yang setara bagi seluruh masyarakat Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Analisis Strategi dan Opsi Kebijakan Buntut Eskalasi Konflik di Iran
• 8 jam laludetik.com
thumb
KPK Periksa Gus Alex Sebagai Tersangka Kuota Haji Pekan Depan
• 3 jam laludetik.com
thumb
Komisi VII DPR RI Soroti Minimnya Galangan Kapal di Pelabuhan Indonesia
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Prasasti Peringatkan Defisit APBN Berpotensi Tembus 3% di Tengah Gejolak Global
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.