Jakarta, tvOnenews.com - Dinamika geopolitik global, termasuk krisis di kawasan Teluk, mulai memengaruhi pola perjalanan wisata dunia. Perubahan rute penerbangan hingga preferensi destinasi wisatawan disebut menjadi tantangan baru bagi industri pariwisata, termasuk Indonesia.
Situasi tersebut menjadi salah satu latar belakang digelarnya Indonesia Travel Fair (ITF) 2026 yang akan berlangsung pada 28–31 Mei 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Pameran ini digelar bersamaan dengan Indonesia Wellness & Health Tourism Expo (IWHTE) 2026.
Acara tersebut diluncurkan melalui kegiatan launching dan buka puasa bersama di Manhattan Hotel Jakarta pada Senin (9/3/2026), dengan dukungan Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan, Indonesia Health Tourism Society (IHTS), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), serta Board of Airline Representative in Indonesia (Barindo).
Ketua Umum Indonesia Health Tourism Society, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan dinamika geopolitik global saat ini dapat berdampak langsung pada sektor pariwisata dunia.
“Dinamika geopolitik global, termasuk potensi dampak dari krisis di kawasan Teluk, diperkirakan dapat memengaruhi pola perjalanan wisata dunia, mulai dari perubahan rute penerbangan, preferensi destinasi, hingga strategi perjalanan wisatawan internasional,” ujar Sandiaga dalam paparannya.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pelaku industri pariwisata untuk beradaptasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Ia menilai langkah RajaMICE menggelar ITF 2026 bersamaan dengan IWHTE 2026 menjadi strategi untuk merespons perubahan tersebut.
“Event ini adalah sebagai wadah kolaborasi dan adaptasi bagi pelaku industri pariwisata nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi wisata dan kesehatan di kawasan Asia,” katanya.
Sementara itu, Chairman RajaMICE Panca Rudolf Sarungu menyebut pameran tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi, tetapi juga diarahkan untuk mendorong transaksi langsung antara pelaku industri dan konsumen.
“Dalam tiga hari pengunjung akan diberikan beberapa hal menarik seperti kolaborasi dengan berbagai maskapai untuk menghadirkan penawaran perjalanan yang kompetitif dan menarik bagi pengunjung,” kata Panca.
Ia menambahkan pameran tersebut juga dirancang untuk menghasilkan transaksi maksimal.
“Pameran selama tiga hari selain kesempatan branding, event ini dirancang untuk mendorong transaksi langsung antara exhibitor dan pengunjung serta menghasilkan penjualan secara maksimal,” ujarnya.




