PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) siap mendongkrak pertumbuhan kinerja pada 2026 dengan sederet strategi yang telah disiapkan.
IDXChannel - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) siap mendongkrak pertumbuhan kinerja pada 2026. Sejumlah strategi telah disiapkan mulai dari optimalisasi jaringan hingga ekspansi klinik khusus (specialty clinic).
Sepanjang 2025, perseroan berhasil memperoleh lebih dari 888 ribu pelanggan baru dengan total lebih dari 20 juta tes yang dilakukan sepanjang tahun. Capaian tersebut disokong oleh ekspansi jaringan yang menjadi fokus utama Prodia pada 2025.
Pada tahun lalu, perseroan menambah 1 lab medis, 2 genomic site, dan 71 Point of Care (POC), sehingga membuat perseroan kini memiliki 402 outlet yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan terus memperluas kemitraan internasional ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste.
Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty menjelaskan, pada 2026, perseroan akan terus memperkuat pengembangan precision medicine melalui ekspansi specialty clinic di bidang stem cell, autoimmune, dan longevity," katanya melalui keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).
Selain itu, kata Dewi, Prodia juga akan terus mengembangkan pemeriksaan esoterik dan diagnostik klinis kompleks melalui Prodia Clinical Multiomics Center (PCMC) yang didukung Clinical Decision Support (CDS) sebagai upaya mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
"Dengan kapabilitas dan infrastruktur laboratorium diagnostik yang komprehensif serta pengalaman panjang dalam pengujian diagnostik, Prodia berada pada posisi yang kuat untuk memimpin pengembangan layanan berbasis precision medicine di Indonesia, melalui integrasi optimal antara layanan klinik dan pemeriksaan diagnostik yang relevan dengan kebutuhan klinis masyarakat yang terus berkembang,” tuturnya.
Untuk menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi dan seamless, Prodia juga akan memperkuat ekosistem digital melalui U by Prodia, Prodia for Doctor, dan WebPortal.
Aplikasi U by Prodia telah diunduh lebih dari 2,9 juta kali, tumbuh 70 persen dengan total nilai transaksi sebesar 37 persen dan rata-rata pengguna aktif bulanan (Monthly Active User) sebesar 94 persen.
Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi mengatakan, kinerja solid sepanjang 2025 akan menjadi fondasi utama bagi agenda ekspansi perseroan. Pada tahun ini, perseroan akan meningkatkan kualitas pendapatan melalui bauran tes bernilai tinggi seperti tes-tes esoterik dan diagnostik klinis yang semakin komprehensif.
"Di sisi operasional, kami juga akan mengoptimalkan utilisasi jaringan dan klinik untuk mendorong pertumbuhan volume sekaligus menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan margin. Ekspansi jaringan dilakukan secara selektif dan terukur guna mempertahankan momentum pertumbuhan serta memperkuat posisi keuangan jangka panjang,” ujarnya.
Prodia mencatat pendapatan sebesar Rp2,28 triliun sepanjang tahun lalu, naik 1,31 persen bila dibandingkan 2024 yang sebesar Rp2,25 triliun. Sementara laba bersih perseroan turun 23 persen dari Rp270 miliar menjadi Rp207 miliar.
(Rahmat Fiansyah)





