REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan tren kasus campak mengalami peningkatan hingga bulan Maret 2026. Tercatat pada Januari hingga Februari 2026, jumlah kasus campak di Jawa Barat 252 kasus.
Sedangkan total kasus campak di Jawa Barat pada 2025 mencapai 1.785 kasus. Jumlah tersebut melonjak dibandingkan bulan sebelumnya pada 2024 hanya 271 kasus.
Baca Juga
Enam Kasus Positif Campak Ditemukan, Dinkes Yogyakarta Ingatkan Imunisasi Kunci Utama Pencegahan
Penularan Campak Bisa Terjadi tanpa Disadari, Ini Penjelasan Dokter
Satu Pasien Campak Bisa Tulari Hingga 18 Orang
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani mengatakan campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Penularan dapat melalui percikan batuk atau bersin dari penderita, kontak langsung dengan penderita, dan menyentuh benda yang terkontaminasi virus campak. "Idul Fitri merupakan momen pergerakan massa yang masif dan pertemuan banyak orang. Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai penyakit tersebut karena mudah menular," ucap dia, Kamis (12/6/2026). .rec-desc {padding: 7px !important;} Ia mengatakan upaya paling efektif mengantisipasi campak yaitu dengan cara melengkapi imunisasi campak sampai dosis kedua sebelum mudik Idulfitri, khususnya pada anak usia 9-59 bulan. Vini mengatakan saat ini sejumlah wilayah di Jabar sedang melaksanakan CUC (Catch Up Campaign) atau Imunisasi Kejar Serempak untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya campak. Sasaran prioritas imunisasi adalah warga berusia 9-59 bulan. Ia mengatakan bagi masyarakat yang ingin anaknya mendapat imunisasi campak dapat mendatangi posyandu/ puskesmas, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah (masjid, gereja, dan lainnya), serta pos pelayanan mudik. Selain imunisasi, ia mengimbau masyarakat untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah campak. Seperti rajin mencuci tangan memakai sabun dan menggunakan masker saat sakit. "Apabila ada gejala campak seperti demam ruam, maka warga diimbau melakukan pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker dan isolasi mandiri," kata dia. (N-Muhammad Fauzi Ridwan) ========================