Sejumlah mantan duta besar (dubes) yang tergabung dalam Indonesian Council on World Affairs (ICWA) menemui Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Empat isu utama dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi JK, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).
Ketua ICWA Al Busyra Basnur menyebut, para mantan dubes menyoroti perkembangan situasi di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel Vs Iran. Bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BoP) juga menjadi pembahasan diskusi tersebut.
"Yang pertama tentang perkembangan di Timur Tengah. Yang kedua mengenai BOP. Yang ketiga mengenai serangan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat ke Iran," ucap Al Busyra, Kamis (12/3/2026) malam.
Baca juga: Giliran Mantan Dubes Ramai-ramai Kumpul di Rumah Jusuf Kalla, Ada Apa?
Poin keempat, yakni membahas peranan diplomasi Indonesia di wilayah Timur Tengah. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk berperan lebih aktif dalam mendorong perdamaian, termasuk kemungkinan menginisiasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).
"Karena apa? Karena Indonesia mempunyai pengalaman yang luar biasa dalam isu-isu perdamaian termasuk Bapak Jusuf Kalla sendiri adalah tokoh yang luar biasa dalam mencapai perdamaian baik di luar negeri maupun juga di dalam negeri," sambungnya.
Sementara itu, Jusuf Kalla menyebut pertemuan itu sebagai ajang pertukaran pandangan antara para mantan duta besar yang selama ini aktif mengamati kebijakan luar negeri. "Ini untuk juga tentu membahas situasi dunia dan juga kebijakan kita tentang situasi itu tanggapan-tanggapannya," kata JK.
JK menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip bebas aktif. "Kita menganggap bahwa kebijakan kita mestinya selalu berpegang kepada bebas aktif, berpegang kepada non-blok, berpegang kepada pertemuan luar biasa kita melaksanakan Konferensi Asia Afrika untuk kemerdekaan dan nasionalisme dari Asia Afrika seperti itu," pungkasnya.
Original Article




