JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hingga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberi penjelasan soal penetapan status siaga 1 bagi seluruh jajaran TNI.
Bukan hanya itu, TNI Angkatan Darat (AD) juga angkat bicara karena sebagian warga khawatir penetapan status siaga 1 terjadi di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Baca juga: Siaga 1! Panglima TNI Perintahkan Menyiagakan Personel dan Alutsista
Sorotan muncul dari Koalisi Masyarakat Sipil yang menilai status siaga 1 semacam itu seharusnya ditetapkan presiden dan DPR, bukan langsung oleh panglima TNI.
Mereka menilai penetapan status siaga 1 itu menyalahi Undang-Undang Dasar Negarai RI 1945.
“Instruksi siaga 1 Panglima TNI: Inkonstitusional dan ancaman terhadap supremasi sipil,” demikian bunyi judul siaran pers Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan, Senin (9/3/2026).
Baca juga: Mahfud MD Sebut Masyarakat Berhak Tahu soal Status Siaga 1
Koalisi khawatir ada upaya pembentukan persepsi situasi sedang tidak aman (fear mongering) dan penanganan kelompok kritis terhadap pemerintahan.
Anggota DPR Tb Hasanuddin meminta TNI menjelaskan soal status siaga 1 ini agar tidak membingungkan rakyat.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD juga menyatakan hal serupa.
“Kalau perlu diumumkan tuh kewajiban konstitusional. Rakyat Indonesia berhak mendapat informasi yang sejelas-jelasnya,” ujar Mahfud di kawsan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Kini telah muncul penjelasan dari pihak pemerintah dan militer Indonesia. Simak klarifikasi mereka.
Panglima TNI: Siaga 1 itu biasaPanglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan, status siaga 1 merupakan hal yang biasa dalam militer, baik untuk kesiapan prajurit maupun penanggulangan bencana.
“Saya sudah berlakukan siaga 1 tentunya di satuan-satuan itu Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam. Jadi, setiap kodam itu satu batalion siaga 1 apabila di wilayahnya ada bencana alam," ujar Agus di Istana, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.
Baca juga: Mengapa Panglima TNI Keluarkan Perintah Siaga 1?
Perwira tinggi (Pati) TNI bintang empat itu menegaskan bahwa perintah siaga satu bukan hal luar biasa, melainkan mekanisme standar untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan.
Wartawan kemudian menanyakan apakah konflik di Timur Tengah menjadi alasan dikeluarkannya perintah siaga satu, tapi Agus menjawab singkat.
"Oke ya terima kasih ya, itu hal biasa lah siaga satu itu," ujar Agus.





