Desain Jersey Timnas Indonesia Tampilkan Batik, Erick Thohir : Identitas Bangsa Harus Dijaga

eranasional.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi terhadap peluncuran jersey terbaru milik Timnas Indonesia yang merupakan hasil kolaborasi dengan merek olahraga internasional Kelme. Jersey anyar tersebut diperkenalkan secara resmi dalam sebuah acara yang digelar di Plaza Utara Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 12 Maret 2026.

Peluncuran jersey ini menjadi perhatian publik karena desainnya tidak hanya menampilkan warna khas tim nasional Indonesia, yaitu merah dan putih, tetapi juga mengangkat unsur budaya tradisional berupa motif batik yang dipadukan dengan gaya desain modern. Bagi Erick Thohir, kehadiran unsur budaya dalam seragam tim nasional merupakan langkah penting untuk memperkuat identitas bangsa di panggung sepak bola internasional.

Menurut Erick, desain jersey kandang yang didominasi warna merah tetap mempertahankan karakter kuat timnas Indonesia. Namun yang membuatnya berbeda dari desain sebelumnya adalah adanya sentuhan motif yang terinspirasi dari kain tenun dan batik, sehingga menciptakan tampilan yang tidak hanya sporty tetapi juga mencerminkan warisan budaya Nusantara.

Sementara itu, jersey tandang yang berwarna putih tampil dengan pendekatan desain yang lebih minimalis. Dari kejauhan, seragam tersebut terlihat sederhana. Namun ketika diperhatikan lebih dekat, terdapat detail motif batik yang menjadi elemen khas sekaligus simbol identitas Indonesia.

Erick Thohir menegaskan bahwa pemilihan batik dalam desain jersey bukan sekadar elemen estetika, melainkan memiliki makna simbolis yang kuat. Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia dan menjadi kebanggaan nasional.

Ia mengatakan bahwa kehadiran motif batik pada jersey tim nasional juga merupakan cara untuk menegaskan kepemilikan budaya Indonesia agar tidak mudah diklaim oleh negara lain.

“Kenapa pakai batik? Karena batik memang milik kita. Jangan sampai suatu hari ada pihak lain yang mengklaimnya sebagai budaya mereka. Itu sebabnya kita harus terus menampilkan identitas budaya Indonesia,” kata Erick Thohir dalam acara peluncuran tersebut.

Sebagaimana diketahui, batik telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO sejak tahun 2009. Pengakuan tersebut semakin memperkuat posisi batik sebagai salah satu simbol budaya Indonesia yang dikenal secara global.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan unsur batik dalam berbagai produk modern memang semakin berkembang, mulai dari busana, aksesori, hingga desain produk olahraga. Langkah PSSI memasukkan motif batik ke dalam desain jersey tim nasional dinilai sebagai upaya kreatif untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia melalui olahraga.

Selain aspek budaya, Erick Thohir juga menyoroti kualitas teknis dari jersey baru tersebut. Ia menyampaikan bahwa para pemain tim nasional memberikan respons positif terhadap bahan yang digunakan karena dinilai lebih ringan dan nyaman dipakai saat bertanding.

Menurut Erick, kualitas jersey memiliki peran penting dalam menunjang performa pemain di lapangan. Seragam yang ringan, fleksibel, dan mampu menyerap keringat dengan baik akan membantu pemain tetap fokus selama pertandingan berlangsung.

“Para pemain juga sudah mencoba dan mereka merasa bahannya ringan serta nyaman. Ini penting karena jersey bukan hanya soal desain, tetapi juga soal performa pemain di lapangan,” ujarnya.

Jersey baru ini direncanakan mulai digunakan oleh timnas Indonesia pada agenda FIFA Matchday yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026. Pertandingan tersebut diharapkan menjadi momentum awal bagi skuad Garuda untuk tampil dengan semangat baru.

Erick Thohir menilai peluncuran jersey ini juga menjadi bagian dari upaya membangun atmosfer positif di dalam tim nasional. Ia berharap kombinasi antara pelatih baru, jersey baru, serta semangat baru dapat membawa energi berbeda bagi para pemain.

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir PSSI memang terus melakukan pembenahan terhadap berbagai aspek sepak bola nasional, mulai dari pengelolaan kompetisi, pembinaan pemain muda, hingga penguatan tim nasional.

Erick optimistis langkah-langkah tersebut secara bertahap akan memberikan dampak positif terhadap prestasi timnas Indonesia di level internasional.

“Sekarang kita punya pelatih baru, jersey baru, dan semangat baru. Tinggal nanti kita lihat apakah keberuntungannya juga ikut baru,” kata Erick dengan nada santai.

Selain jersey kandang dan tandang, PSSI juga memperkenalkan desain khusus untuk penjaga gawang. Jersey kiper tersebut hadir dengan warna yang lebih mencolok serta corak desain yang unik agar mudah terlihat di lapangan.

Menurut Erick, desain tersebut memberikan karakter berbeda bagi posisi penjaga gawang sekaligus memperkuat identitas visual tim nasional.

Ia bahkan mengaku sangat menyukai seluruh varian jersey yang diluncurkan pada acara tersebut. Sebagai bentuk dukungan terhadap produk resmi tim nasional, Erick Thohir juga mengungkapkan bahwa dirinya langsung membeli semua varian jersey yang tersedia.

“Saya suka semuanya, termasuk jersey kiper yang warnanya sangat mencolok. Bahkan saya langsung beli semua varian yang diluncurkan hari ini,” ujarnya.

Peluncuran jersey baru ini juga disambut antusias oleh para penggemar sepak bola Indonesia. Banyak suporter yang menilai desain bermotif batik memberikan nuansa baru yang unik sekaligus memperkuat identitas nasional.

Sejumlah pengamat sepak bola juga menilai langkah ini sebagai strategi yang tepat untuk menggabungkan olahraga dengan diplomasi budaya. Dengan tampilnya motif batik pada jersey tim nasional, Indonesia secara tidak langsung memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada jutaan penonton di berbagai negara.

Bagi Erick Thohir, sepak bola bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga sarana untuk menunjukkan jati diri bangsa kepada dunia.

Melalui desain jersey yang memadukan unsur modern dan tradisional, ia berharap timnas Indonesia tidak hanya dikenal karena permainan mereka, tetapi juga karena identitas budaya yang melekat kuat dalam setiap detail seragam yang dikenakan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Berisiko Lanjut Koreksi ke 7.265, Cermati Saham CPIN, PTBA hingga UNVR
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Akan Bangun Pagar Raksasa di Way Kambas, Cegah Konflik Masyarakat-Gajah
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Satgas PKH Hitung Denda Pelanggaran Usai Segel Tambang Nikel Mineral Trobos
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Trump akan lanjutkan operasi militer di Iran hingga empat pekan lagi
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
5 Fakta Baru Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei: Kekayaan-Gurita Bisnis
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.