Pemerintah Malaysia akan menggelar rapat kabinet khusus untuk membahas kemungkinan penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work-from-home (WFH) bagi para pegawai negeri sipil negara (PNS) negara tersebut.
Menteri Komunikasi Malaysia Datuk Fahmi Fadzil menjelaskan bahwa pemerintah Malaysia sedang mengkaji kelayakan pengaturan kerja tersebut.
"Dari sisi pemerintah, kami akan mempelajari kelayakan pengaturan kerja dari rumah, dan masalah ini kemungkinan besar akan dibahas dalam rapat khusus besok," kata Fahmi dikutip dari Bernama.
Langkah ini diambil menyusul langkah pemerintah Thailand yang telah menerapkan WFH bagi PNS dan instansi untuk menekan konsumsi energi di tengah konflik di Timur Tengah.
Thailand khawatir akan krisis bahan bakar akibat konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Fahmi menambahkan bahwa rapat kabinet khusus ini bertujuan agar pemerintah dapat mengoordinasikan langkah-langkah strategis berdasarkan informasi ekonomi terkini.
Beberapa faktor utama yang akan dipantau ketat antara lain pergerakan harga minyak mentah Brent, biaya bahan bakar penerbangan, serta indikator ekonomi lainnya.
"Dengan informasi terbaru ini, kita dapat menyelaraskan tindakan pemerintah, termasuk dalam hal pengendalian dan pengurangan pengeluaran yang tidak mendesak," jelas Fahmi.
Meski sedang menyiapkan langkah efisiensi, pemerintah menegaskan tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, khususnya yang menyangkut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Kami tidak ingin bertindak tanpa memahami dampaknya. Kami tidak ingin mematikan pertumbuhan," tegasnya. Ia juga meyakinkan publik bahwa pasokan barang kebutuhan pokok dan bahan bakar, termasuk bensin RON95, masih mencukupi dan negara tidak sedang menghadapi kelangkaan.
Untuk diketahui konflik di Kawasan Teluk memanas sejak 28 Februari lalu, pihak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran, yang kemudian memicu serangan balasan dari Iran yang menyasar negara-negara yang dijadikan pangkalan militer di kawasan tersebut.





