InJourney Siapkan Lebaran di Candi, Bidik Lonjakan Wisata dari Arus Mudik 2026

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 144 juta orang yang melakukan perjalanan pulang kampung maupun liburan. Besarnya mobilitas ini dinilai menjadi peluang bagi sektor pariwisata, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi tujuan favorit pemudik. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melihat momentum tersebut sebagai potensi peningkatan kunjungan wisata ke berbagai destinasi yang dikelolanya.

Corporate Secretary SVP InJourney, Yudhistira Setiawan mengatakan, tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran itu menunjukkan arus perjalanan tidak hanya banyak, tetapi juga berlangsung dalam waktu yang panjang jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena berdekatan dengan Hari Raya Nyepi serta adanya kebijakan work from home (WFH) dan cuti bersama.

"Periode libur Lebaran kali ini kita ini waktunya cukup panjang, ada sekitar 18 hari. InJourney ingin memastikan agar perjalanan yang dilakukan oleh masyarakat tersebut nanti dapat nyaman, lancar, dan aman sampai tujuan," katanya dalam acara konferensi pers Lebaran di Candi yang diselenggarakan di Candi Prambanan, Kamis (12/3/2026).

Selama periode libur Lebaran, InJourney memprediksi terjadi peningkatan jumlah penumpang di bandara-bandara yang dikelolanya. Yudhistira  mengatakan, saat ini InJourney mengelola 37 bandara di seluruh Indonesia. Namun secara historis terdapat lima bandara dengan trafik tertinggi yang menjadi simpul mobilitas nasional. Kelimanya antara lain Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandar Udara Internasional Juanda, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, dan Bandar Udara Internasional Kualanamu.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Periode libur lebaran ini, kami prediksi untuk di bandara-bandara kami nanti di InJourney, itu akan ada peningkatan penumpang sekitar 9 juta penumpang, atau mengalami kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Yudhistira.

Bandara-bandara tersebut akan beroperasi selama 24 jam dengan dukungan tambahan personel serta posko layanan untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat. "Ini menunjukkan komitmen InJourney untuk memastikan bahwa perjalanan mudik atau liburan kali ini berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman," ujarnya.

Sementara untuk destinasi wisata, Yudhistira menyampaikan, peningkatan kunjungan diperkirakan mencapai 15 persen. Di kawasan Candi Prambanan, jumlah pengunjung diprediksi mencapai sekitar 129 ribu orang, sedangkan di Candi Borobudur diperkirakan mencapai 83 ribu pengunjung. Selain itu, Taman Mini Indonesia Indah diperkirakan menerima sekitar 137 ribu pengunjung, dan destinasi heritage Ratu Boko diperkirakan dikunjungi sekitar 7.000 wisatawan selama periode libur Lebaran.

Yudhistira memastikan bahwa InJourney terus melakukan transformasi pada sejumlah destinasi heritage agar menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung. Contohnya saja, di Candi Borobudur, pengembangan diarahkan menjadi spiritual heritage destination kelas dunia yang juga menjadi pusat kegiatan spiritual, termasuk perayaan Waisak. 

Candi Prambanan sudah mulai dikembangkan sebagai living cultural destination yang menghadirkan berbagai festival dan pertunjukan seni. Sedangkan kawasan Ratu Boko diarahkan sebagai experiential heritage destination yang memanfaatkan lanskap alam, termasuk sebagai salah satu titik terbaik menikmati matahari terbenam di Yogyakarta.

"Ini adalah salah satu peluang juga harapan bagi kami, bahwa para pemudik akan berlibur ke destinasi wisata yang dikelola InJourney. Apalagi nanti kalau lebaran hari kedua, kan biasanya terkena dengan lebaran plesiran ya, lebaran kedua itu biasanya orang-orang sudah mulai berwisata kemana-mana dan objek wisata pasti penuh. Nah, harapannya di destinasi wisata yang dibawain InJourney ini kita akan mengalami peningkatan yang lumayan," ungkapnya.

Berbicara di kesempatan yang sama, Direktur Komersial InJourney Destination Management Gistang Panutur tak menepis bahwa lonjakan kunjungan wisata biasanya terjadi setelah hari raya, ketika masyarakat mulai melakukan aktivitas rekreasi bersama keluarga.

"Di destinasi kami di InJourney memang kami memiliki periodenya cukup unik. Lebaran plesirannya itu baru mulai di H plus 1. Hari H mungkin siangnya atau sorenya dan H plus 1 sampai ke tanggal 29," katanya.

Melihat besarnya jumlah pemudik yang akan datang atau melintas ke Jawa Tengah dan Yogyakarta, pihaknya memprediksi terjadi peningkatan jumlah pengunjung minimal 5 persen di destinasi wisata yang dikelola InJourney. Menurut Gistang, meningkatnya jumlah pengunjung selama periode Lebaran juga menjadi tantangan bagi pengelola destinasi untuk memastikan layanan tetap optimal.

Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, IDM lanjutnya, menyiapkan berbagai langkah operasional, mulai dari peningkatan sistem keamanan, pengelolaan arus pengunjung, hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti Dinas Perhubungan, kepolisian, hingga fasilitas kesehatan di sekitar kawasan wisata.

"Kami juga mengantisipasi dari banyaknya orang yang akan datang ke Jawa Tengah dan Yogyakarta dan ini menjadi tantangan lagi buat kami untuk tetap mempertahankan kualitas layanan, keamanan, safety, dan security dari para pengunjung," kata Gistang.

"Dari tahun ke tahun, berbeda pastinya, karena (selain) lebaran memang menjadi momen yang dinantikan setahun sekali oleh para wisatawan dan juga para pemeluk Agama Islam. Kami akan mencoba memberikan pengalaman yang bermakna di setiap kunjungan," ujarnya menambahkan.

Aktivitas yang Dihadirkan 'Lebaran di Candi'

Pada periode Masa Ramai Lebaran 2026 ini, masyarakat dapat berkunjung di jam operasional yang telah ditetapkan, yakni Candi Borobudur pada pukul 06.30–16.30 WIB, Candi Prambanan pada pukul 06.00–17.00 WIB, dan Keraton Ratu Boko pukul 07.00–17.15 WIB. Melalui seluruh persiapan yang komprehensif ini, IDM siap menyambut wisatawan untuk merayakan hari kemenangan dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh kenangan.

Adapun ragam kegiatan disiapkan untuk memeriahkan libur Lebaran di kawasan candi, salah satunya melalui Pasar Medang yang menghadirkan bazar seni kriya dan souvenir unik, sekaligus ragam kuliner khas dari pelaku UMKM lokal. Agenda ini juga dilengkapi lokakarya kreatif serta pertunjukan seni yang diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Pasar Medang Prambanan digelar pada 21–23 Maret 2026 dengan dukungan Official Bank Partner BTN serta dukungan dari Aqua, Paletas, dan ABC. Sementara itu, Pasar Medang Borobudur berlangsung lebih lama, yakni pada 22–28 Maret 2026 dengan dukungan mitra yang sama.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati kegiatan piknik Lebaran bertajuk Pelangi di Mars yang berlangsung pada 20–26 Maret 2026. Program ini menghadirkan berbagai atraksi menarik, mulai dari giant balloon berukuran 10 meter, karakter tiga dimensi robot Pelangi di Mars, booth merchandise, paket piknik eksklusif, hingga layanan dokumentasi profesional bagi pengunjung.

Pengalaman berwisata juga dibuat semakin estetik melalui program Wastra di Prambanan. Melalui program ini, wisatawan dapat berfoto dengan mengenakan busana wastra dengan latar belakang kawasan candi yang ikonik.

"Kan sekarang lagi nge-trend ya, baru lagi kalau mereka dateng, mereka akan dapat paket untuk bisa foto, pake Wastra, backgroundnya Candi. Kami akan bekerja sama dengan fotografer kami, di koperasi di Prambanan," ucap Gistang.

Selain itu, secara khusus pada Hari Idul Fitri 1447 Hijriyah, pengelola juga menyiapkan pembagian Besek Berkat kepada 50 pengunjung terpilih di Candi Borobudur dan Candi Prambanan sebagai bentuk berbagi kebahagiaan di hari kemenangan.

Tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan wisata, program sosial juga digelar melalui #IDMImpact bertajuk “Ramadan Penuh Makna”. Dalam program ini, bantuan diberikan kepada 200 anak yatim piatu dari panti asuhan di sekitar destinasi serta distribusi 3.000 paket sembako untuk masyarakat. Komitmen pemberdayaan ekonomi lokal juga diperkuat melalui keterlibatan 20 UMKM dalam Kampung Ramadhan. Selain itu, perusahaan turut mendukung mobilitas masyarakat melalui partisipasi dalam program Mudik Gratis BUMN dengan menyediakan 100 kursi bus.

Kegiatan berbagi juga dilakukan melalui pembagian 2.000 paket makanan berbuka puasa bagi warga di sekitar perusahaan. Tak hanya itu, takjil juga dibagikan kepada 400 jamaah di empat masjid sekitar perusahaan, yakni Masjid Nurul Falah Karang Mojo, Masjid Nurul Huda Sambirejo, Masjid Dawung Bokoharjo, dan Masjid Al Kautsar Tlogo di kawasan Prambanan, Klaten.

 

 

 

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua DPR Puan Maharani Tolak Usulan Mahfud MD untuk Pembahasan Revisi UU Pemilu Dipercepat
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
133 KK Korban Banjir di Gayo Lues Pindah ke Huntara
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Puan Ingatkan Harga Tiket Mahal Jangan Sampai Ganggu Kenyamanan Mudik
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tinju Dunia: Tersandung Kasus Doping, IBF Resmi Cabut Gelar Juara Janibek Alimkhanuly di Kelas Menengah
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
BUMN Dinilai Terlalu Gemuk, Prabowo Tekankan Reformasi Manajemen Perusahaan Negara
• 19 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.