JAKARTA, DISWAY.ID - Roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto baru berjalan 1 tahun, namun Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto sudah menyerang pemerintah habis-habisan dengan segala kritiknya.
Termasuk soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut olehnya dengan Maling Berkedok Gizi (MBG) yang diekspresikan dalam kaus warna hitam yang selalu ia kenakan ke mana-mana.
Berbicara dalam podcast YouTube OWRITE dalam program Say It, justru karena baru 1 tahun maka ia harus bersuara agar tidak semakin parah.
BACA JUGA:Juara Puisi Bercampur dengan Ilmu Filsafat Menyatu dalam Tubuh Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
Ia menyebutnya dengan istilah Daya Rusak.
“Justru itu yang kita khawatirkan, kalau dalam 1 tahun saja daya rusaknya sudah seperti ini, apakah kita akan biarkan sampai 5 tahun dengan diam2 saja?” tegasnya.
Tiyo mencontohkan daya rusak yang terjadi salah satunya dalam konteks demokrasi.
Total sudah ada lebih dari 700 aktivis di era Prabowo, ditangkap atau dibui karena menyuarakan aksi.
BACA JUGA:Jebolan Juara Puisi Tingkat Nasional, Indahnya Karya Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto ‘Sesudahnya, Jadilah Manusia’
“Kita lihat daya rusak dalam konteks demokrasi misalnya, lebih dari 700 aktivis hari ini berada di dalam bui, karena menjalani sidang sebagai seorang tersangka, itu baru terjadi di zaman Prabowo. Dan Prabowo baru 1 tahun menjabat sudah melakukan penghinaan terhadap demokrasi, lalu kita diam dan menganggap baru 1 tahun kita jangan menilai? No? menurut saya kita justru baru 1 tahun kita cegah kehancurannya jangan sampai lebih besar, itu baru dalam konteks demokrasi,” ucapnya.
Dalam konteks program unggulannya pun demikian.
Tiyo mengkritisi program MBG yang sudah merampas anggaran pendidikan.
Ia menyebut MBG tidak membuka lapangan pekerjaan namun sarang korupsi.
BACA JUGA:5 Jurusan Teknik UGM Karier Cerah Pilihan SNPMB 2026, Kampusnya Ketua BEM Tiyo Ardianto
“MBG merampas anggaran pendidikan kita 335 T, ini angka yang luar biasa fantastis dan tak ada pengawasan yang begitu ketat, yang bisa sampai di level bawah di mana pengelolaan SPPG yang hampir 30 ribu nanti targetnya. Rasanya kita juga gak pengen uang yang sebanyak itu, justru gak menghasilkan apa2 selain bukan lapangan pekerjaan, lapangan korupsi,” ucapnya.
- 1
- 2
- »





